Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Sejarah Hari Kesehatan Naisonal HKN 2025, 61 Tahun Memperingati Wabah Penyakit Malaria

Nur Wachid • Kamis, 6 November 2025 | 22:55 WIB
Penyemprotan secara simbolis oleh Presiden Soekarno pada tanggal 12 November 1959 di Desa Kalasan, Yogyakarta
Penyemprotan secara simbolis oleh Presiden Soekarno pada tanggal 12 November 1959 di Desa Kalasan, Yogyakarta

Jawa Pos Radar Lawu - Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa setiap tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN)?

Jawaban dari pertanyaan ini terletak pada kisah panjang perjuangan bangsa Indonesia dalam menghadapi salah satu wabah paling mematikan di masa lalu, yaitu malaria.

Pada era 1950-an, penyakit ini sempat menjadi momok yang menakutkan dan menelan banyak korban jiwa di berbagai daerah.

Kala itu, menurut Menteri Kesehatan Johannes Leimena dalam buku Kesehatan Rakjat di Indonesia: Pandangan dan Planning (1955).

Tercatat sekitar 30 juta penduduk Indonesia terjangkit malaria setiap tahun, dengan 120 ribu orang meninggal dunia akibat infeksi tersebut.

Angka ini menggambarkan betapa seriusnya ancaman malaria bagi kesehatan masyarakat Indonesia pascakemerdekaan.

Untuk mengatasi krisis kesehatan ini, pemerintah mengambil langkah tegas dengan membentuk Dinas Pembasmian Malaria, yang kemudian dikenal dengan nama KOPEM.

Salah satu senjata utama dalam perang melawan malaria saat itu adalah insektisida DDT. Momen bersejarah terjadi pada 12 November 1959, ketika Presiden Soekarno secara simbolis menyemprotkan DDT di Desa Kalasan, Yogyakarta, menandai dimulainya program pemberantasan malaria secara nasional.

Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan dalam buku Sejarah Kesehatan Nasional Indonesia Jilid 2 (1980), program ini berhasil melindungi 2,6 juta penduduk dari malaria.

Meski cakupannya belum menjangkau seluruh Indonesia yang saat itu berpenduduk 50 juta jiwa, hasilnya tetap menjadi tonggak penting dalam sejarah kesehatan nasional.

Mimpi Besar: Bebas Malaria Tahun 1970

Sejarawan Vivek Neelakantan dalam karyanya Memelihara Jiwa Raga Bangsa: Ilmu Pengetahuan, Kesehatan Masyarakat, dan Pembangunan Indonesia di Era Sukarno (2019) menjelaskan bahwa keberhasilan ini membuat Indonesia menargetkan mimpi besar: bebas malaria pada tahun 1970.

Program besar tersebut bahkan mendapat dukungan dari WHO dan berbagai organisasi internasional yang memberikan bantuan finansial serta logistik

Berkat dukungan ini, penyemprotan DDT dan distribusi pil kina berhasil melindungi hingga 65 juta penduduk Indonesia.

Wabah Malaria Berhasil Dikendalikan

Setelah lima tahun perjuangan intensif, hasilnya begitu membanggakan. Wabah malaria berhasil dikendalikan, dan jutaan nyawa terselamatkan.

Sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan monumental ini, 12 November kemudian ditetapkan sebagai Hari Kesehatan Nasional.

Kini, HKN bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi juga momentum penting untuk mengingatkan seluruh masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan, serta memperkuat kesadaran hidup sehat.

Melalui peringatan ini, bangsa Indonesia diingatkan bahwa kesehatan adalah pondasi utama dalam membangun masa depan yang kuat dan sejahtera.(rafli-mg-uinpo/kid)

 

 

Editor : Nur Wachid
#sejarah #bangsa indonesia #Hari Kesehatan Nasiona #12 november #HKN