Jawa Pos Radar Lawu - Pada Minggu (2 November 2025) sekitar pukul 15.00 WIB, wilayah Desa Sumbersekar di Kecamatan Dau, kabupaten Malang dilanda angin puting beliung yang cukup besar.
Peristiwa ini terjadi saat hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang, yang kemudian memicu terpaan pusaran angin di area terdampak.
Pihak BPBD Kabupaten Malang melalui Kepala Bidang Kedaruratan & Logistik, Sadono Irawan, menyebut bahwa tim reaksi cepat serta pos lapangan bersama sudah diterjunkan untuk melakukan asesmen awal kerusakan.
“Kami masih melakukan asesmen, masih belum selesai, area terdampak lumayan luas dan terpecah-pecah,” ujarnya.
Dampak Kerusakan
1. Kerusakan bangunan dilaporkan pada beberapa rumah warga di Dusun Krajan dan Dusun Semanding desa tersebut.
2. Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 112 unit rumah rusak dalam kategori ringan hingga berat.
3. Fasilitas umum seperti balai RT dan mushalla juga dilaporkan mengalami kerusakan ringan.
4. Puing-puing atap dan material bangunan tercecer di jalan, dan video amatir dari pengendara menjadi bukti visual betapa derasnya angin yang menerjang.
Meski kerusakan cukup signifikan, hingga laporan ini dibuat belum ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Risiko Cuaca dan Waspada
Kecamatan Dau diketahui masuk dalam daftar wilayah rawan angin kencang dan puting beliung menurut pemetaan BPBD Kabupaten Malang.
Wilayah-wilayah lain yang turut masuk kategori rawan antara lain Kecamatan Karangploso, Singosari, Lawang, Pakis, dan Jabung.
Bencana ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang bisa memicu puting beliung secara tiba-tiba, terutama di daerah lereng atau dataran tinggi yang rawan.
Langkah Penanganan dan Imbauan
1. BPBD bersama unsur pemerintah desa, TNI/Polri dan relawan sudah melakukan pendataan dan menurunkan bantuan darurat seperti terpal untuk penutup atap rumah yang rusak.
2. Warga diimbau untuk selalu memantau prakiraan cuaca, menjaga komunikasi dengan perangkat desa, dan segera melapor apabila kondisi rumah atau lingkungan mulai menunjukkan gejala bahaya seperti pohon tumbang atau atap lepas.
3. Untuk mengurangi risiko, warga bisa meninjau kondisi sekitar hunian dan melakukan pembersihan pohon atau ranting besar yang rawan tumbang saat angin kencang. (ones-mg-PNM/kid)
Editor : Nur Wachid