Jawa Pos Radar Lawu - Memasuki bulan November 2025, kabar menggembirakan datang bagi masyarakat penerima bantuan sosial (bansos).
Kementerian Sosial Republik Indonesia kembali menyalurkan tiga program unggulan yang menyasar jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh penjuru Tanah Air.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan bahwa pemerintah mulai menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan atau Sembako, dan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) atau dikenal sebagai BLT Kesra, untuk 35,04 juta KPM di seluruh Indonesia.
Bantuan ini diperuntukkan bagi masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah, khususnya mereka yang masuk dalam desil 1–4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) hasil pembaruan Badan Pusat Statistik (BPS).
Fokus Pemerintah: Penyaluran Tepat Sasaran
Dalam kebijakan penyaluran bansos kali ini, pemerintah menekankan pentingnya keadilan dan ketepatan sasaran.
Data yang digunakan telah diperbarui secara menyeluruh agar bantuan diterima oleh pihak yang benar-benar membutuhkan.
“Data yang kami gunakan sudah diperbarui oleh BPS. Kami ingin tidak ada lagi bantuan yang salah sasaran,” ujar Gus Ipul dalam keterangan resmi Kemensos, Jumat (31/10/2025).
Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT Kembali Bergulir
Pada bulan ini, PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali disalurkan secara bersamaan. Besaran bantuan menyesuaikan komponen keluarga, seperti ibu hamil, balita, lansia, serta anak usia sekolah.
Untuk BPNT, bantuan diberikan dalam bentuk saldo elektronik untuk membeli bahan pangan. Beberapa wilayah juga mendapatkan tambahan berupa beras 10 kilogram senilai Rp150.000 per bulan guna menjaga ketahanan pangan rumah tangga.
BLT Kesra Rp900 Ribu Jadi Paling Ditunggu
“Yang paling ditunggu-tunggu publik adalah BLT Kesejahteraan Rakyat (Kesra) senilai Rp900.000 per keluarga penerima manfaat.”
Bantuan ini diberikan untuk tiga bulan sekaligus, masing-masing Rp300.000 per bulan. Berdasarkan laporan kanal YouTube Diary Bansos, ribuan penerima telah mengonfirmasi saldo mereka bertambah.
Bahkan ada yang menerima lebih dari satu jenis bantuan kombinasi dari PKH, BPNT, BLTS Kesra, hingga paket beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter.
Distribusi Lewat Dua Jalur
Penyaluran bansos dilakukan secara bertahap melalui dua jalur. Jalur pertama menggunakan bank-bank milik negara bagi penerima dengan rekening aktif, sementara jalur kedua dilaksanakan melalui PT Pos Indonesia untuk warga di daerah yang belum memiliki akses perbankan.
“Khusus wilayah yang belum punya akses bank, pencairan melalui PT Pos akan dimulai pekan depan. Saat ini kami sudah mengonsolidasikan data sekitar 700 ribu penerima baru,” ungkap Gus Ipul.
Cara Cek Penerima Bansos Lewat HP
Kini masyarakat dapat dengan mudah memastikan status penerimaan bansos melalui dua metode digital yang disediakan pemerintah.
1. Lewat Situs Resmi Kemensos
• Buka laman: cekbansos.kemensos.go.id
• Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan
• Masukkan nama lengkap sesuai KTP
• Isi kode captcha yang muncul
• Klik tombol “Cari Data”
Hasil pencarian akan menampilkan status penerima: “Ya” berarti terdaftar, “Tidak” berarti belum termasuk penerima bansos.
2. Lewat Aplikasi “Cek Bansos” di Play Store
• Unduh aplikasi Cek Bansos dari Play Store
• Buat akun dengan NIK dan alamat email aktif
• Unggah foto KTP dan swafoto untuk verifikasi
• Setelah aktivasi email, masuk ke menu Profil
• Lihat status bantuan dan jenis bansos yang diterima
Bagi masyarakat, program ini tidak hanya sekadar bantuan finansial, tetapi juga wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di tengah ketidakpastian.
Oleh karena itu, sebelum pencairan dimulai, pastikan nama kamu sudah terdaftar di situs resmi cekbansos.kemensos.go.id agar tidak ketinggalan informasi penting.(rafli-mg-uinpo/kid)
Editor : Nur Wachid