MAGETAN, Jawa Pos Radar Lawu – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kembali menunjukkan sisi humanisnya.
Dalam kunjungannya ke Kabupaten Magetan, Jumat (17/10/2025), SBY melukis bersama para perupa Mageti Art dan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di tepi Telaga Sarangan yang asri dan menyejukkan.
Dalam kesempatan itu, SBY menyampaikan bahwa kedatangannya ke Magetan sebenarnya untuk memberikan dukungan kepada LavAni Navy klub bola voli yang akan berlaga di Grand Final Livoli Divisi Utama 2025 di GOR Ki Mageti.
Namun, di sela agenda tersebut, ia meluangkan waktu menyalurkan hobinya melukis.
“Saya melukis di Telaga Sarangan ini karena kegiatan seperti ini sangat penting untuk memastikan negara dan dunia kita semakin baik,” ujar SBY.
Menurutnya, dunia saat ini tengah menghadapi banyak persoalan besar seperti kekerasan, konflik, pencemaran lingkungan, hingga praktik tidak baik yang dilakukan sejumlah aktor internasional.
“Kalau tidak ada gerakan penyeimbang, dunia tidak akan semakin damai, malah bisa makin berbahaya. Bisa saja perang besar terjadi kembali seperti dulu. Kemiskinan juga tidak akan turun, bumi makin panas, dan bisa menuju kehancuran,” terangnya.
Melalui seni dan budaya, SBY mengajak masyarakat dunia untuk membangun kembali rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap bumi.
“Agenda besar saya adalah memperjuangkan kerja sama global untuk mencegah krisis lingkungan dan peperangan. Dunia seni harus hidup kembali karena seniman, budayawan, dan artis itu sejatinya peduli pada kehidupan dan kebaikan,” tegasnya.
SBY juga menuturkan bahwa dirinya mulai menekuni dunia lukis sejak 2 Mei 2021, dan pada 2 Mei tahun depan akan genap lima tahun berkarya.
“Saya dulu jurusan matematika, tapi kini saya aktif berkreasi di dunia seni mulai dari menulis puisi bahasa jawa maupun indonesia, saat ini sedang menyusun Novel juga. Karena itu saya membentuk SBY Art Community, yang terbuka untuk siapa pun yang ingin berkarya dan berkontribusi bagi negeri ini,” ujarnya.
Lukisan SBY di Telaga Sarangan tersebut belum sepenuhnya rampung. Tapi melukis di sini rasanya menenangkan.
“Lukisan saya masih sekitar 60 persen karena tadi istirahat salat Jumat, tapi akan saya selesaikan. Selain itu tadi saya juga melukis lukisan lain yang ukurannya kecil dan sudah selesai,” katanya dengan senyum.
Selama proses melukis, sejumlah warga tampak antusias menyaksikan langsung. Bahkan, SBY sempat berinteraksi santai dengan mereka.
“Ada yang mau bantu menyelesaikan lukisan saya?” ujarnya bercanda, disambut tawa warga yang mengaku tidak bisa melukis. (ril)
Editor : Nur Wachid