Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Gaji Ustadz Pesantren Tak Sampai UMR, tapi Pengabdian Mereka Tak Terbatas!

Nur Wachid • Kamis, 16 Oktober 2025 | 01:23 WIB
berapa sih gaji ustadz ustadzah di pesantren
berapa sih gaji ustadz ustadzah di pesantren

Jawa Pos Radar Lawu - Di balik tembok pesantren, ratusan ustadz dan ustadzah berjuang mendidik generasi muda dengan ilmu agama dan akhlak.

Mereka tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga membimbing santri selama 24 jam dalam kehidupan asrama.

Namun, di balik pengabdian yang besar itu, kesejahteraan mereka sering kali jauh dari kata layak.

Meski menjadi tulang punggung pendidikan pesantren, sebagian besar ustadz masih menerima gaji yang jauh di bawah standar upah minimum daerah (UMR).

Pertanyaannya, bagaimana sebenarnya sistem penggajian ustadz di pondok pesantren berjalan?

Gambaran Nyata di Pesantren

Kondisi kesejahteraan ustadz sangat beragam, tergantung pada jenis dan kemampuan kemajuan pondok pesantren itu sendiri.

Seperti di beberapa pesantren besar seperti Ponpes Al Zaytun atau Gontor, para pengajar mendapat tunjangan tetap, fasilitas tempat tinggal, hingga insentif bulanan.

Namun, banyak juga pesantren kecil dan menengah, situasinya jauh berbeda.

Misalnya, di Ponpes Al Fatah Temboro, Jawa Timur, seorang ustadz hanya menerima Rp150 ribu per bulan, menurut laporan Nawacita.co (2024).

Kasus serupa juga terjadi di sejumlah pesantren daerah yang memberi upah sekitar Rp200–400 ribu per bulan, bahkan ada yang tidak menerima gaji tetap sama sekali, hanya mengandalkan infaq atau sedekah santri.

Mengapa Gaji Ustadz Bisa Rendah?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya gaji ustadz pesantren:

1. Sumber Dana Terbatas

Banyak pesantren hidup dari infaq santri, donasi masyarakat, dan hasil wakaf. Karena dana terbatas, prioritas utama biasanya untuk kebutuhan makan santri dan operasional harian, bukan gaji pengajar.

2. Status Kepegawaian Non-Formal

Ustadz di pesantren tradisional biasanya tidak tercatat sebagai guru formal di Kementerian Agama, sehingga tidak mendapat tunjangan profesi atau sertifikasi guru.

3. Konsep Pengabdian

Sebagian besar ustadz mengajar bukan karena gaji, tetapi karena niat ibadah dan pengabdian. Filosofi “mengajar karena lillah” masih kuat di banyak pesantren salafiyah.

4. Perbedaan Tipe Pesantren

Pesantren modern dengan unit pendidikan formal (MI, MTs, MA) memiliki akses ke dana BOS dan bisa memberikan gaji lebih layak.

Pemerintah juga sudah mengupayakan kesejahteraan ustadz (guru ngaji) melalui pemberian insentif dan bantuan, bukan gaji tetap.

Upaya ini dilakukan melalui berbagai program di tingkat pusat dan daerah, seperti insentif rutin, Bantuan Subsidi Upah (BSU), dan tunjangan profesi bagi guru di satuan pendidikan agama formal.

Contoh program ini adalah peningkatan insentif guru TPQ di beberapa daerah atau bantuan tunai bagi guru ngaji yang terdampak ekonomi.

Bentuk Kompensasi Non-Uang Bagi Ustadz dan ustadzah

Selain gaji pokok, banyak pesantren juga memberikan kompensasi dalam bentuk lain, seperti:

- Tempat tinggal gratis di area pesantren.

- Konsumsi harian untuk ustadz mukim.

- Tunjangan hari raya atau bantuan sembako.

- Bantuan berupa hasil panen atau bahan pokok dari masyarakat.

Meskipun tidak dalam bentuk uang, bantuan semacam ini membantu meringankan kebutuhan hidup.

Ustadz pesantren adalah pilar pendidikan moral bangsa. Mereka bekerja dalam senyap, mendidik santri dengan kesabaran tanpa banyak menuntut materi.

Namun, sudah seharusnya pengabdian mereka mendapat penghargaan yang layak. Sebab, kesejahteraan guru bukan hanya soal upah.(hisam-mg-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#umr #gaji ustadz di ponpes #Pondok Pesantrean