Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Mutiara Hikmah dan Keteladanan KH. Anwar Manshur Lirboyo tentang Ilmu, Akhlak, dan Keikhlasan yang Menyentuh Hati

AA Arsyadani • Selasa, 14 Oktober 2025 | 20:20 WIB

 

 

KH Anwar Manshur istiqamah dalam mengaji kitab dan ibadah malam.
KH Anwar Manshur istiqamah dalam mengaji kitab dan ibadah malam.

Jawa Pos Radar Lawu - KH. Muhammad Anwar Manshur, atau akrab disapa Mbah War, merupakan salah satu ulama kharismatik yang sangat dihormati di Indonesia, khususnya di kalangan pesantren.

Beliau adalah putra sulung dari KH. Manshur Anwar sekaligus cucu dari KH. Abdul Karim, pendiri Pondok Pesantren Lirboyo.

Lahir pada 1 Maret 1938, Mbah War kini menjadi pengasuh utama pesantren yang terletak di Kota Kediri, Jawa Timur tersebut.

Kharisma dan keilmuannya membuat beliau sangat disegani, baik oleh para santri maupun tokoh nasional dan pejabat publik.

Dalam berbagai kesempatan, Mbah War sering menyampaikan nasihat penuh makna yang menjadi pegangan banyak orang.

Berikut beberapa dawuh Mbah War yang sarat hikmah dan relevan dengan kehidupan sehari-hari:

“Harganya seseorang adalah ilmu dan pengamalannya.” 

Dalam nasihat ini, beliau menekankan pentingnya ilmu bukan hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga pengamalan nyata dalam kehidupan.

Ilmu tanpa amal dianggap tidak memiliki nilai.

“Kita harus benar-benar ikhlas dalam berjuang. Jangan sampai mengharapkan pamrih dari segala apa yang kita sumbangkan kepada bangsa dan masyarakat.”

Baca Juga: Pesantren Bukan Sekadar Tempat Belajar: Santri Menemukan Rumah Kedua Menemukan Jati Diri!

Keikhlasan menjadi pondasi utama dalam perjuangan.

Baginya, amal yang dilakukan dengan pamrih akan kehilangan keberkahan.

“Sekecil apapun amal baik, jangan ditinggalkan. Jika di situ ada murka Allah, begitu besar siksanya. Sekecil apapun amal buruk jangan dilakukan. Karena sekecil apapun amal baik, jika di situ ada ridho Allah begitu besar pahalanya.” 

Pesan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak boleh diremehkan, begitu pula keburukan sekecil apa pun.

“Akhlak iku paling utomo. Wong pintere koyo opo nek gak nduwe akhlak ora ono regane (Akhlak itu paling utama. Sepintar apapun seseorang, jika tidak mempunyai akhlak, tidak ada harganya).”

Beliau mengingatkan bahwa akhlak adalah mahkota kehidupan.

Ilmu dan kecerdasan tanpa akhlak tidak berarti apa-apa.

“Utama-utamanya ibadah bagi orang tua adalah mendidik (mengajari menjadi baik) kepada putra putrinya.” 

Bagi Mbah War, mendidik anak dengan baik adalah bentuk ibadah tertinggi bagi orang tua. Pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, tapi juga keteladanan.

“Seberapa susahnya, ayo dilakukan, karena sebab ngaji, Kami semua dijadikan mulia di dunia dan akhirat. Karena tahu, yang baik dilakukan, yang buruk dijauhi. Lha kalau tidak ngaji, tidak akan tahu, dikira baik ternyata jelek, dikira jelek ternyata (perkara) baik.”

Mengaji menjadi jalan memperoleh kemuliaan, sebab melalui ilmu seseorang dapat membedakan kebaikan dan keburukan.

“Ndidik iku abot! Mergo ndidik niku iso dadi contoh sekabehane (Mendidik itu berat karena mendidik itu harus bisa menjadi contoh yang baik dalam segala hal).” 

Mendidik bukan hanya perintah, tapi juga teladan. Orang tua dan pendidik dituntut menjadi contoh nyata.

“Seseorang ketika berbuat baik kepada orang tua, hidupnya itu bahagia. Rizkinya diberi kecukupan oleh Allah Swt. Kalau kalian bisa seperti itu Masya Allah anak turun kalian menjadi orang yang baik semua.” — KH. M. Anwar Manshur

Berbakti kepada orang tua menjadi kunci keberkahan hidup dan keturunan.

“Orang hidup mau beribadah itu orang yang paling beruntung. Sebab kita diciptakan oleh Allah hanya untuk beribadah. Jadi kalau ada orang tidak mau beribadah, berarti tidak sesuai dengan tujuan diciptakannya.” 

Ibadah adalah inti keberadaan manusia. Menurut Mbah War, kebahagiaan sejati terletak pada pengabdian kepada Allah.

“Jangan sampai kita menjadi orang yang ingin benar sendiri.” 

Nasihat singkat ini mengajarkan rendah hati dan keterbukaan dalam perbedaan.

Mbah War menjadi sosok yang dihormati bukan hanya karena keilmuannya, tetapi juga karena keteladanan akhlaknya.

Pesan-pesan beliau terus hidup di kalangan santri dan masyarakat luas, menjadi cahaya bagi siapa pun yang ingin meniti jalan kebaikan. (fin)

 

Editor : AA Arsyadani
#KH Anwar Manshur #Nasihat ulama Islam #Pondok Pesantren Lirboyo