Jawa Pos Radar Lawu - Sebanyak 630 siswa SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten, melakukan aksi mogok sekolah usai insiden kepala sekolah menampar seorang murid yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah.
Aksi itu berlangsung sejak Senin (7/10) dan membuat suasana sekolah sempat memanas.
Menurut laporan, kejadian bermula ketika kepala sekolah menegur siswa yang merokok.
Namun, teguran tersebut berujung pada tindakan fisik berupa tamparan, yang kemudian memicu kemarahan siswa lainnya.
Sebagai bentuk solidaritas, ratusan siswa memilih untuk tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Meski begitu, aktivitas guru tetap berjalan seperti biasa. Para guru tetap datang dan mengajar, meski sebagian besar ruang kelas kosong karena para siswa masih mogok.
Pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan Provinsi Banten kini tengah melakukan mediasi dengan para siswa dan orang tua untuk mencari solusi terbaik.
Dinas menegaskan bahwa setiap tindakan disiplin di sekolah harus tetap mengedepankan nilai-nilai pendidikan dan menghindari kekerasan fisik.
Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat karena jumlah siswa yang mogok cukup besar.
Banyak pihak berharap persoalan ini bisa segera diselesaikan agar proses belajar mengajar kembali normal. (ones-mg-PNM/kid)
Editor : Nur Wachid