Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Gelombang Keracunan MBG, Angka Korban Tembus Ribuan, Apakah Program Terancam?

Nur Wachid • Kamis, 2 Oktober 2025 | 20:53 WIB

Keracunan MBG
Keracunan MBG

Jawa Pos Radar Lawu — Kasus keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) tampaknya bukan lagi insiden tunggal: menurut data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), hingga 27 September 2025, korban sudah mencapai 8.649 anak.

Lonjakan angka ini menjadi sorotan publik dan menuntut respons serius dari pemerintah dan penyelenggara MBG.

Data & Tren Korban

JPPI mencatat bahwa dalam dua pekan terakhir saja, terjadi peningkatan sebanyak 3.289 anak korban keracunan MBG.

Angka ini bertambah dari catatan sebelumnya di beberapa daerah, termasuk Bandung Barat yang sempat mencatat lebih dari 1.000 siswa menjadi korban.

Di Ciamis, misalnya, 24 siswa SMP 4 Pamarican dilaporkan mengalami keracunan usai menyantap menu MBG.

Mereka dirawat di Puskesmas Pamarican (15 orang) dan Puskesmas Banjarsari (9 orang).

Sementara itu, insiden di Cipongkor, Bandung Barat, juga mencatat korban dalam skala besar ribuan siswa menderita mual, pusing, hingga muntah-muntah.

Penyebab & Evaluasi

Pemerintah dan lembaga pengawas telah bereaksi: sebagian dapur MBG telah dinonaktifkan sementara, audit sanitasi dan distribusi dilakukan, serta pihak health dan keamanan pangan diperkuat.

JPPI mengkritik bahwa penutupan dapur saja bukan solusi tuntas. Menurut mereka, akar masalah yang mencakup kualitas menu, standar kebersihan, pengawasan daerah, dan kapasitas SPPG harus dikaji ulang.

Pemerintah daerah di beberapa wilayah juga menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) ketika kasus keracunan meledak, seperti di Garut.

Gubernur Jawa Barat memanggil pengelola MBG untuk evaluasi di Bogor agar fokus pemeriksaan dan perbaikan segera dilakukan.

Tantangan & Harapan ke Depan

Tanpa tindakan cepat dan menyeluruh, keracunan MBG bisa makin meluas dan menciptakan krisis kepercayaan masyarakat terhadap program gizi pemerintah.

Langkah yang diperlukan meliputi:

• Audit menyeluruh terhadap semua dapur MBG (SPPG)

• Pengetatan SOP sanitasi, penyimpanan, pengolahan, dan distribusi

• Pelibatan BPOM, Dinas Kesehatan, dan pengawasan independen

• Transparansi data korban, dapur yang bermasalah, dan progress perbaikan

Jika program MBG ingin terus berjalan, maka aman dan berkualitas bukan hanya slogan melainkan keharusan agar tujuan mensejahterakan gizi anak tak berubah menjadi bencana massal. (Ones-mg-PNM/kid)

Editor : Nur Wachid
#sebagian dapur MBG telah dinonaktifkan #SPPG #keracunan mbg