Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

70% Matahari Tertutup: Ini Fakta Gerhana Matahari Sebagian yang Terjadi 21 September 2025

Nur Wachid • Senin, 22 September 2025 | 19:55 WIB
Gerhana Matahari
Gerhana Matahari

Jawa Pos Radar Lawu - Pada 21 September 2025, dunia kembali disuguhkan pemandangan langka ketika 70% matahari tertutup oleh bayangan bulan.

Peristiwa ini disebut gerhana matahari sebagian, di mana matahari tampak berubah menjadi sabit bercahaya di siang hari.

Fenomena ini tidak hanya memukau karena keindahannya, tetapi juga menjadi momen penting bagi para peneliti untuk mempelajari lebih banyak tentang matahari dan alam semesta.

Sayangnya, masyarakat Indonesia tidak bisa menyaksikannya langsung karena jalur gerhana tidak melewati wilayah Nusantara.

Jalur Gerhana dan Wilayah yang Bisa Menyaksikan

Gerhana ini dapat terlihat jelas di beberapa bagian dunia, seperti Samudra Pasifik, Australia Timur, Selandia Baru, hingga sebagian Amerika Selatan.

Saat mencapai puncaknya, sekitar 70 persen cakram matahari tertutup bulan, membuat langit tampak redup meski masih siang hari.

Bagi masyarakat di wilayah tersebut, gerhana ini menjadi pengalaman langit yang spektakuler sekaligus jarang terjadi.

Keamanan dalam Mengamati Gerhana

Baca Juga: Hadir di Konser Amal Palestina, Legenda Manchester United Eric Cantona: Klub Sepak Bola Seluruh Dunia Harus Menolak Bermain Lawan Israel

Meski menarik, gerhana matahari sebagian tidak boleh dilihat dengan mata telanjang.

Cahaya matahari tetap berbahaya dan bisa merusak retina secara permanen.

Karena itu, pengamatan hanya boleh dilakukan dengan kacamata khusus gerhana atau menggunakan alat proyeksi tidak langsung.

Dengan perlindungan yang tepat, masyarakat bisa menikmati keindahan gerhana tanpa risiko pada kesehatan mata.

Baca Juga: Viral! Video Kepala Kemenag NTB Zamroni Aziz Lempar Gagang Mikrofon saat Pelantikan Kemenag Dompu, Begini Klarifikasi dan Profil Lengkapnya

Peluang Penelitian Ilmiah

Selain keindahan visual, gerhana matahari 21 September 2025 juga memberi peluang emas bagi para ilmuwan.

Mereka bisa meneliti korona matahari, menganalisis perubahan cahaya pada atmosfer bumi, hingga mempelajari perilaku hewan yang biasanya terpengaruh oleh perubahan mendadak dari terang menjadi redup.

Hal ini menjadikan gerhana tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sangat bermanfaat bagi dunia ilmu pengetahuan.

Makna Budaya dan Filosofis

Di masa lalu, gerhana sering dikaitkan dengan mitos atau pertanda tertentu.

Namun kini, gerhana dipahami sebagai bagian dari keteraturan gerak benda-benda langit.

Fenomena ini mengingatkan manusia akan kebesaran alam semesta serta harmoni yang terjadi di luar angkasa.

Walau Indonesia tidak bisa menyaksikan langsung, momen gerhana matahari sebagian 21 September 2025 tetap menjadi catatan penting dalam kalender astronomi dunia. (ghiska-mg-pnm/kid)

Editor : Nur Wachid
#21 September 2025 #tertutup #gerhana matahari sebagian #gerhana #matahari