Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Final yang Sulit bagi Messi, Pertahanan Spanyol Tak Memberinya Ruang

T

Advertisement

Advertisement

Advertisement

https://global.espn.com/football/story/_/id/49405864/messi-played-poorly-world-cup-final-vs-spain-the-goat
https://global.espn.com/football/story/_/id/49405864/messi-played-poorly-world-cup-final-vs-spain-the-goat

 

Jawa Pos Radar Lawu - Perjalanan luar biasa Lionel Messi di Piala Dunia 2026 harus berakhir dengan cara yang pahit. Setelah menjadi motor permainan Argentina sepanjang turnamen, sang kapten justru kesulitan menunjukkan performa terbaiknya ketika menghadapi Spanyol pada partai final.

Spanyol keluar sebagai juara dunia setelah menang 1-0 melalui babak perpanjangan waktu. Hasil tersebut sekaligus mengakhiri harapan Argentina mempertahankan gelar dan menjadi penutup emosional bagi perjalanan Messi di panggung Piala Dunia.

Spanyol Menutup Semua Ruang

Sejak menit awal, Spanyol tampil disiplin dalam menjaga penguasaan bola dan mempersempit ruang gerak Messi.

Setiap kali kapten Argentina menerima bola, beberapa pemain Spanyol langsung memberikan tekanan. Strategi itu membuat Messi lebih sering turun ke lini tengah untuk mencari bola daripada berada di area berbahaya.

Argentina pun kesulitan membangun serangan yang bersih sepanjang pertandingan.

Minim Ancaman ke Gawang

Dominasi Spanyol terlihat jelas dari statistik pertandingan. La Roja terus menekan dan menciptakan banyak peluang, sedangkan Argentina hampir tidak mampu memberikan ancaman berarti hingga waktu normal berakhir. Reuters mencatat Spanyol melepaskan sekitar 20 percobaan, sementara Argentina gagal mencatatkan tembakan tepat sasaran sepanjang waktu normal.

Situasi tersebut membuat Messi sulit menunjukkan kreativitas yang biasanya menjadi pembeda.

Bukan Penampilan Terbaik Messi

Sepanjang turnamen, Messi tampil impresif dengan mencetak gol-gol penting dan membawa Argentina melewati fase gugur. Namun, di final, pengaruhnya jauh berkurang.

Hal itu tidak lepas dari pendekatan taktik Spanyol yang berhasil memutus aliran bola menuju Messi sekaligus membatasi ruang eksploitasi di sepertiga akhir lapangan. Beberapa pengamat menilai ini menjadi salah satu kunci kemenangan La Roja.

Satu Laga Tak Menghapus Warisan

Meski gagal bersinar di partai puncak, satu pertandingan tidak menghapus kontribusi besar Messi sepanjang turnamen maupun kariernya.

Argentina mencapai final berkat peran penting sang kapten dalam laga-laga sebelumnya. Di final, Spanyol tampil sebagai tim yang lebih efektif secara kolektif dan mampu mengeksekusi rencana permainan dengan sangat baik.

Bagi Messi, kekalahan ini menjadi penutup yang menyakitkan. Namun, bagi Spanyol, kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa permainan tim yang solid mampu meredam bahkan pemain terbaik sekalipun.

 

Roofy Chesta Adabi - Universitas Negeri Surabaya

Advertisement
Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : https://global.espn.com/football/story/_/id/49405864/messi-played-poorly-world-cup-final-vs-spain-the-goat

Artikel Terkait

Siapa Sangka? Bayi yang Pernah Dimandikan Messi Kini Jadi Bintang Timnas Spanyol

Siapa Sangka? Bayi yang Pernah Dimandikan Messi Kini Jadi Bintang Timnas Spanyol

Foto lama Lionel Messi memandikan bayi Lamine Yamal kembali viral dan menjadi kisah unik di dunia sepak bola.

Peluang Emas! Lamine Yamal Selangkah Lagi Rebut Ballon d'Or 2026 Usai Juara Dunia

Peluang Emas! Lamine Yamal Selangkah Lagi Rebut Ballon d'Or 2026 Usai Juara Dunia

Lamine Yamal semakin dijagokan meraih Ballon d'Or 2026 usai membawa Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026.

Pecah! Spanyol Akhiri Mimpi Argentina, Resmi Angkat Trofi Piala Dunia 2026

Pecah! Spanyol Akhiri Mimpi Argentina, Resmi Angkat Trofi Piala Dunia 2026

Spanyol resmi menjadi juara Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer