Jawa Pos Radar Lawu - Keputusan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) baru memunculkan banyak pertanyaan di publik.
Sosok Qodari selama ini dikenal sebagai pengamat politik dan pendiri Indo Barometer yang sering memberikan analisis tajam tentang dinamika pemerintahan.
Penunjukan ini dinilai bukan tanpa alasan, karena Prabowo menilai Qodari memiliki kapasitas dalam membaca arah politik sekaligus kemampuan komunikasi publik.
Tak heran jika publik kini penasaran, mengapa Prabowo pilih Muhammad Qodari jadi KSP dan apa alasan utama di balik kepercayaan besar tersebut.
Latar Belakang Akademik dan Profesional
Muhammad Qodari, yang lahir di Palembang pada 15 Oktober 1973, dikenal sebagai pengamat politik dan peneliti dengan latar belakang akademik yang kuat.
Ia menyelesaikan program sarjana di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan studi S2 di University of Essex, Inggris, dalam bidang political behavior.
Pada 2016, ia meraih gelar doktor Ilmu Politik dari Universitas Gadjah Mada dengan predikat sangat memuaskan.
Selain itu, Qodari juga dikenal sebagai pendiri lembaga survei Indo Barometer dan pernah aktif sebagai relawan dalam gerakan Jokowi-Prabowo (Jokpro) yang mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Pengalaman di Dunia Politik dan Pemerintahan
Sebelum dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Qodari menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan pada 21 Oktober 2024.
Pada 17 September 2025, Presiden Prabowo Subianto mengangkatnya sebagai Kepala KSP menggantikan Anto Mukti Putranto.
Dalam kapasitasnya tersebut, Qodari bertanggung jawab untuk memonitor dan mengevaluasi program-program prioritas pemerintah sesuai dengan arahan Presiden.
Alasan Presiden Prabowo Menunjuk Qodari
Presiden Prabowo Subianto memilih Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan karena dianggap memiliki kemampuan analisis politik yang tajam dan pengalaman luas di bidang riset serta komunikasi politik.
Keputusan ini juga mencerminkan upaya Prabowo untuk mengoptimalkan kinerja pemerintah melalui koordinasi yang efektif dan berbasis data.
Dengan latar belakang yang kuat di dunia akademik dan riset, Qodari diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam merumuskan kebijakan strategis dan meningkatkan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Sebagai Kepala KSP, Qodari dihadapkan pada tantangan untuk memastikan implementasi kebijakan pemerintah berjalan efektif dan sesuai dengan prioritas nasional.
Publik berharap Qodari dapat memanfaatkan keahliannya dalam analisis politik dan riset untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat dalam proses pembuatan kebijakan.
Keberhasilannya dalam menjalankan tugas ini akan sangat menentukan dampak positif dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. (ghiska-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid