Jawa Pos Radar Lawu – Isu politik panas kembali mencuri perhatian publik.
Sebuah video di YouTube mengklaim Presiden Prabowo Subianto telah resmi mencopot Gibran Rakabuming Raka dari kursi wakil presiden (wapres) dan akan menggantikannya dengan Ketua DPR RI, Puan Maharani.
Bahkan, narasi dalam video tersebut menyebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), sampai pingsan setelah mendengar kabar itu.
Namun, setelah ditelusuri, klaim tersebut terbukti tidak benar alias hoaks.
Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo maupun dokumen hukum yang menyatakan pencopotan Gibran sebagai wapres.
Klaim Pencopotan Gibran Ternyata Hoaks
Memang, sempat ada desakan dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI agar Presiden Prabowo mengevaluasi posisi Gibran. Namun, evaluasi bukan berarti pencopotan.
Faktanya, konstitusi tidak memungkinkan presiden mencopot wakil presiden secara sepihak.
Konstitusi Tidak Memungkinkan Presiden Copot Wapres Seenaknya
Berdasarkan UUD 1945 Pasal 7A dan 7B, wakil presiden hanya bisa diberhentikan jika terbukti melakukan pelanggaran hukum berat, seperti:
-
Pengkhianatan terhadap negara,
-
Korupsi,
-
Atau tindak pidana berat lainnya.
Proses pemberhentian tidaklah sederhana.
DPR harus mengajukan usulan pemakzulan terlebih dahulu, kemudian Mahkamah Konstitusi memutuskan sah atau tidaknya alasan pemberhentian.
Pakar hukum tata negara, Prof. Jimly Asshiddiqie, menegaskan bahwa amandemen UUD 1945 pasca-Reformasi memang dirancang agar sistem presidensial lebih kuat dan tidak mudah digoyang oleh isu politik maupun pemakzulan ilegal.
Respons Pemerintah
Menanggapi isu yang viral, Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo mendengar semua masukan dari berbagai pihak, termasuk Forum Purnawirawan TNI.
Namun, ia menegaskan bahwa pencopotan wakil presiden tidak bisa dilakukan sepihak.
“Presiden meminta masyarakat agar tidak larut dalam polemik yang hanya akan menimbulkan kegaduhan dan memecah persatuan,” ujar Wiranto.
Kabar yang menyebut Prabowo Subianto mencopot Gibran Rakabuming Raka dari posisi wapres dan menggantinya dengan Puan Maharani adalah hoaks. (fin)
Editor : AA Arsyadani