Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Nobar Keindahan Blood Moon! Fenomena Langit Langka Gerhana Bulan Berdarah Terlihat Lagi 2027

Nur Wachid • Senin, 8 September 2025 | 15:04 WIB
Fenomena blood moon, gerhana bulan berdarah, gerhana bulan total terlihat jelas di Indonesia.
Fenomena blood moon, gerhana bulan berdarah, gerhana bulan total terlihat jelas di Indonesia.

Jawa Pos Radar Lawu – Fenomena langit langka blood moon atau gerhana bulan berdarah berhasil memikat ribuan mata di seluruh wilayah Indonesia, puncaknya gerhana bulan total pada Minggu malam hingga Senin dini hari (7–8 September 2025).

Cuaca cerah di berbagai kota besar, termasuk Jakarta, Bogor, hingga Surabaya, memungkinkan masyarakat menyaksikan peristiwa langit tersebut secara utuh.

Di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, ratusan warga memadati area terbuka mengikuti kegiatan "Piknik Malam Bersama Gerhana Bulan Total 2025".

Meski kuota awal dibatasi hanya 300 peserta, jumlah peminat membeludak hingga ribuan.

Tikar dan tenda memenuhi pelataran Teater Jakarta, menciptakan suasana nobar langit yang hangat dan penuh antusiasme.

Cerah dan Terlihat Tanpa Teleskop

Menurut keterangan dari BMKG dan BRIN, langit Indonesia kali ini berada dalam kondisi optimal untuk mengamati seluruh fase gerhana—mulai dari penumbra, parsial, hingga total.

Bahkan, pengamatan bisa dilakukan hanya dengan mata telanjang, tanpa alat bantu optik.

“Warna merah darah muncul akibat cahaya matahari yang dibiaskan oleh atmosfer bumi, dan mengenai permukaan bulan,” jelas Prof. Thomas Djamaluddin, pakar astronomi dari Pusat Riset Antariksa BRIN.

Ketua Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ), Muhammad Rezky, menyebut momen ini sebagai ‘giliran Indonesia’ karena negara lain seperti Jepang, Eropa, dan Afrika hanya dapat menyaksikan sebagian fase gerhana.

Sementara wilayah Indonesia mendapat pemandangan blood moon secara utuh dari awal hingga akhir.

Durasi Lebih Lama dari Gerhana Matahari

Berbeda dengan gerhana matahari total yang hanya berlangsung beberapa menit, gerhana bulan total kali ini berlangsung hampir 5,5 jam, dengan durasi totalitas sekitar 1 jam 23 menit.

Proses dimulai pukul 22.28 WIB dan berakhir sekitar pukul 03.50 WIB.

Warna merah pada bulan mulai tampak jelas sekitar pukul 00.31 WIB, meskipun sempat tertutup awan tipis.

Puncak blood moon terjadi pada pukul 01.11 WIB, saat cahaya matahari paling sedikit menyentuh permukaan bulan, menjadikannya tampak redup, merah, dan dramatis.

Planetarium TIM Dipadati Pengunjung

Unit Pengelola PKJ TIM mencatat lebih dari 2.000 pengunjung hadir, dan delapan teleskop disediakan untuk pengamatan bergantian.

Sebagian peserta bahkan berkesempatan masuk ke dalam Planetarium Jakarta, sementara sisanya mendengarkan penjelasan dari pakar falakiyah Kementerian Agama, Cecep Nurwendaya, di ruang terbuka.

Bagi pengunjung seperti Irena (25) asal Bogor, momen ini bukan sekadar pengamatan ilmiah, tapi juga pengalaman spiritual dan estetik. “Saya berharap bisa memotret blood moon dengan baik. Ini momen yang jarang,” ucapnya.

Fenomena Berikutnya pada 2027

Menurut BRIN, fenomena gerhana bulan total yang bisa disaksikan sepenuhnya dari Indonesia baru akan terjadi lagi pada 31 Desember 2027.

Sementara pada 3 Maret 2026, hanya sebagian fase akhir yang akan terlihat dari wilayah Nusantara.

“Untuk kali ini, Indonesia jadi saksi utama keindahan langit,” tutur Rezky, alumni Astronomi ITB. (kid)

 

Editor : Nur Wachid
#blood moon #2025 #gerhana bulan total #Gerhana Bulan Berdarah