KEDIRI, Jawa Pos Radar Lawu – Aksi demonstrasi di Kota Kediri, Jawa Timur, pecah menjadi kerusuhan besar setelah massa membakar Gedung DPRD Kota Kediri di Jalan Mayor Bismo Nomor 21, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota, Sabtu petang (30/8/2025).
Berdasarkan pantauan Radar Kediri di lapangan, api mulai membesar sekitar pukul 18.30 WIB, setelah massa melemparkan bom molotov dari luar gedung.
Dalam hitungan menit, kobaran api menjalar hingga ke atap dan menimbulkan beberapa kali suara ledakan keras dari dalam gedung.
Tak Ada Penjagaan, Massa Bebas Masuk
Menurut Suhadak, takmir masjid yang berada persis di samping kantor DPRD Kota Kediri, massa masuk dengan mudah karena tidak ada satu pun penjagaan dari aparat keamanan.
“Baru saja. Karena memang nggak ada yang jaga. Gedungnya juga sepertinya kosong, sudah pulang semua,” terang Suhadak, Jumat malam.
Akibat kondisi tak terkendali itu, demonstran merangsek masuk dan langsung membakar bagian dalam gedung.
Bara api tampak beterbangan dari atap saat kobaran api semakin membesar.
Damkar Tiba, Tapi Tak Bisa Langsung Padamkan Api
Unit pemadam kebakaran baru tiba sekitar pukul 18.50 WIB.
Namun, petugas belum bisa langsung melakukan pemadaman karena massa masih memadati lokasi dan situasi belum kondusif.
Petugas pemadam tampak menunggu pengamanan tambahan sebelum bisa mendekat ke titik api.
Penjarahan Barang dari Dalam Gedung
Selain membakar gedung, sejumlah oknum massa juga melakukan penjarahan.
Barang-barang seperti televisi, laptop, dan kulkas dilaporkan dibawa keluar dari dalam gedung.
Beberapa kursi dan peralatan lainnya juga dibakar di sepanjang Jalan Mayor Bismo.
Aksi ini memperlihatkan bagaimana kemarahan massa berubah menjadi aksi destruktif dan merugikan fasilitas negara.
Kronologi Kerusuhan: Dari Mapolresta ke DPRD
Kerusuhan di DPRD terjadi setelah massa terlebih dahulu melakukan aksi di depan Mapolresta Kediri.
Usai menyampaikan tuntutan dan orasi di sana, massa bergerak menuju Gedung DPRD dan memusatkan aksinya di titik tersebut.
Tidak adanya antisipasi keamanan di lokasi DPRD dinilai sebagai salah satu pemicu massa leluasa melakukan pembakaran dan penjarahan.
Belum Ada Laporan Korban Jiwa
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa dalam insiden pembakaran ini.
Namun, kerugian materiil dipastikan cukup besar mengingat kondisi gedung yang hampir habis terbakar dan banyaknya inventaris yang dijarah atau dibakar.
Aksi Nasional Merembet ke Daerah
Kerusuhan ini merupakan bagian dari gelombang demonstrasi nasional buntut kematian Affan Kurniawan, seorang driver ojol yang tewas dilindas rantis Brimob saat aksi di Jakarta.
Amarah publik menyebar ke berbagai daerah, termasuk Kediri, dan berkembang menjadi aksi destruktif terhadap simbol-simbol lembaga negara. (kid)
Editor : Nur Wachid