Jawa Pos Radar Lawu - Aksi demo di depan Gedung DPR pada Selasa (26/8/2025) berubah menjadi tragedi ketika seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan (24) meregang nyawa setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Insiden ini langsung memicu gelombang protes baru, bukan hanya dari buruh yang berunjuk rasa, tetapi juga dari masyarakat luas yang menyoroti cara aparat mengendalikan massa.
Kronologi Tragis di Tengah Aksi
Kericuhan mulai pecah pada sore hari ketika massa buruh yang menuntut pencabutan kebijakan kerja paruh waktu dipukul mundur aparat.
Dalam situasi kacau, rantis Brimob melaju ke arah kerumunan. Affan, yang kebetulan berada di lokasi, tertabrak hingga terlindas.
Nyawanya tak terselamatkan.
Beberapa saksi mata menyebut kendaraan itu melaju dengan kecepatan tinggi tanpa memperhatikan situasi sekitar.
“Kami kaget, tiba-tiba ada suara keras, lalu terlihat korban sudah tergeletak,” ujar salah satu demonstran.
Reaksi Publik & Gelombang Kecaman
Baca Juga: Butuh Kulit Tangan Lembut? Ini 10 Rekomendasi Hand Cream yang Melembapkan dan Menutrisi
Kabar tewasnya Affan menyebar cepat di media sosial, membuat tagar #KeadilanUntukAffan menjadi trending.
Banyak netizen menilai tragedi ini sebagai bentuk brutalitas aparat yang tidak bisa dibiarkan.
Berbagai organisasi masyarakat sipil juga mengecam keras.
KontraS menilai peristiwa ini sebagai bukti lemahnya mekanisme pengamanan demo yang seharusnya melindungi warga, bukan malah mengorbankan nyawa.
Respon Pemerintah & DPR
Istana langsung angkat bicara. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan menegaskan pemerintah akan melakukan investigasi menyeluruh.
Sementara itu, sejumlah anggota DPR mendesak agar aparat yang terlibat diberi sanksi tegas.
Namun, banyak pihak meragukan apakah penyelidikan benar-benar akan transparan.
“Jangan sampai kasus ini hanya jadi headline sesaat, lalu menguap begitu saja,” kata seorang aktivis HAM.
Keluarga Korban Menuntut Keadilan
Baca Juga: 3 Langkah Mudah Bikin Bibir Lembap dan Plumpy, Perawatan Rumahan Anti Kering dan Pecah-Pecah
Di kediamannya, keluarga Affan masih syok dan berduka. Ibunya menuturkan bahwa sang anak baru saja menikah setahun lalu dan dikenal sebagai tulang punggung keluarga. “Kami tidak ingin ada nyawa lain yang hilang seperti ini.
Kami hanya minta keadilan,” ucapnya dengan suara bergetar.
Demo Berubah Jadi Tragedi
Baca Juga: 7 Tips Merawat Ketiak Agar Sehat, Bersih, dan Bebas Bau Seharian
Aksi buruh yang awalnya ditujukan untuk menolak kebijakan pemerintah kini melebar menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan penanganan aksi oleh aparat.
Tuntutan buruh bertambah: usut tuntas kematian Affan dan hentikan kekerasan terhadap rakyat. (Ones-mg-PNM/kid)
Editor : Nur Wachid