Jawa Pos Radar Lawu - Pada Senin, 25 Agustus 2025, publik dikejutkan oleh gelombang seruan demonstrasi yang menyebar luas melalui media sosial.
Wacana aksi massa ini memusat pada Gedung DPR/MPR RI di Senayan, Jakarta, serta sejumlah titik seperti Alun-Alun Pati.
Namun, di balik headline besar, tuntutan-tuntutan yang dilayangkan justru mencerminkan rasa kekecewaan yang dalam dan ragam isu yang melintasi batas politik.
Aspirasi yang Menembus Jejak Digital
Sejak beberapa hari sebelum tanggal pelaksanaan, tagar dan pesan seruan demo memenuhi linimasa di platform-platform seperti X dan WhatsApp.
Banyak dari seruan itu datang dari kelompok anonim yang mengatasnamakan "Revolusi Rakyat Indonesia", dengan tuntutan drastis seperti pembubaran DPR, penghilangan kabinet hingga pemakzulan Wakil Presiden Gibran semata menyoroti ketidakpuasan terhadap kebijakan elit politik.
Kesepakatan Massa 9 Tuntutan yang Merangkum Kekecewaan Publik
Aksi yang dikenal sebagai “Indonesia Gelap, Revolusi Dimulai” ini merumuskan sembilan tuntutan yang menjadi rentangan meluas keragaman isu nasional:
1. Turunkan Prabowo–Gibran dari kekuasaan
2. Bubarkan Kabinet Merah-Putih
3. Bubarkan DPR RI
4. Batalkan proyek penulisan ulang sejarah
5. Tangkap/adili Fadli Zon terkait pernyataannya
6. Tolak RKUHAP
7. Transparansi penuh terhadap gaji DPR
8. Batalkan tunjangan rumah anggota DPR
9. Tolak rencana kenaikan gaji legislatif
Beberapa tuntutan pelik lainnya juga muncul, termasuk isu menyangkut penangkapan keluarga mantan pejabat, desakan presiden mengkuatkan dekrit, serta isu kesejahteraan struktural dan demokrasi.
Siapa Bicara, Siapa Menolak?
Baca Juga: 5 Penginapan Murah di Salatiga Mulai Rp100 Ribuan, Cocok untuk Backpacker
Menariknya, tidak ada organisasi mahasiswa besar seperti BEM SI atau KSPI yang menginisiasi apa yang disebut sebagai aksi massal 25 Agustus.
Kedua institusi ini bahkan menegaskan mereka tidak ikut serta dalam rencana itu, meski terdapat ajakan di media sosial yang menyebut mereka sebagai penggerak utama.
Skema Aksi dari Jakarta ke Daerah Lain
Baca Juga: 5 Manfaat Daun Pepaya Rebus untuk Kesehatan, Nomor 3 Jarang Diketahui!
Jakarta memang menjadi titik perhatian utama, tetapi ajakan aksi juga muncul di berbagai provinsi seperti Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Makassar.
Di Pati, aksi yang disebut jilid 2 sempat direncanakan, namun kini kondisinya belum jelas.
Kesiapan Aparat dan (Ketidakharmonisan) Narasi Publik
Menanggapi hiruk-pikuk ini, pihak aparat telah mengambil langkah pengamanan serius.
Aksi berskala nasional ini dibayangi dengan pemasangan pagar beton licin, pelumuran oli, hingga pengerahan hingga 1.250 personel gabungan, dan penyiapan CCTV live streaming agar publik bisa mengikuti dari jarak jauh. (Ones-mg-PNM/kid)
Editor : Nur Wachid