Jawa Pos Radar Lawu - Jason Vukovich, yang dijuluki ‘Alaskan Avenger’, menjadi salah satu figur paling kontroversial di Alaska. Ia menyerang tiga pelaku kejahatan seksual terdaftar, sebuah aksi yang lahir dari masa kecil penuh kekerasan dan pelecehan seksual oleh ayah angkatnya.
Bagi sebagian orang, Jason adalah pahlawan vigilante. Namun, bagi hukum, ia adalah pelanggar undang-undang yang harus menerima hukuman berat.
Masa Kecil yang Kelam
Lahir pada 25 Juni 1975 di Anchorage, Alaska, Jason hidup normal hingga ibunya menikah dengan Larry Lee Fulton, sosok religius di depan publik, namun ternyata seorang predator.
Fulton secara rutin membawa keluarganya ke gereja, tapi diam-diam melakukan pelecehan seksual dan kekerasan fisik pada Jason serta kakaknya, Joel.
Meski pada 1989 Fulton didakwa, ia lolos dari penjara.
Trauma itu menghancurkan kepercayaan Jason pada sistem hukum.
Hidup di Jalanan dan Jejak Kriminal
Di usia 16 tahun, Jason kabur dari rumah dan hidup di jalanan.
Demi bertahan hidup, ia terjerumus ke pencurian dan tindak kriminal kecil.
Tahun 2008 ia kembali ke Alaska, namun tetap sering berurusan dengan hukum.
Misi Balas Dendam
Pada 2016, Jason menggunakan registri pelaku seks negara bagian untuk melacak targetnya: Charles Albee (68), Andres Barbosa (25), dan Wesley Demarest (60).
Ia menyerang mereka menggunakan ancaman, pukulan, bahkan hantaman palu, serta merampas barang berharga korban.
Polisi akhirnya menangkapnya dengan bukti berupa palu, daftar nama korban, dan barang curian.
Jason menghadapi 18 dakwaan, lalu mengaku bersalah pada tuduhan percobaan penyerangan tingkat pertama dan perampokan.
Vonis dan Respon Publik
Tahun 2018, pengadilan menjatuhkan hukuman 28 tahun penjara (lima tahun ditangguhkan) dan lima tahun masa percobaan.
Meski berstatus kriminal, ribuan orang mendukungnya.
Petisi pembebasannya di Change.org menembus 33 ribu tanda tangan pada Agustus 2024.
Jason mengaku menyesal dan kini mendorong korban kekerasan anak untuk mencari pemulihan, bukan balas dendam.
Namun, korban seperti Wesley Demarest menolak memberi maaf.
Antara Pahlawan dan Penjahat
Kisah Jason Vukovich menjadi dilema moral: pahlawan bagi sebagian orang, pelanggar hukum bagi yang lain.
Ia membuktikan bahwa luka masa lalu bisa mengubah arah hidup, dan keputusan membalas atau memaafkan akan menentukan akhir cerita seseorang. (fin)
Editor : AA Arsyadani