Jawa Pos Radar Lawu - Kelangkaan BBM masih melanda Jember hingga Senin (28/7), memicu antrean panjang di SPBU sejak pagi. Warga kesulitan beraktivitas, mulai dari kerja hingga antar anak sekolah. Meski krisis sudah berlangsung sejak Sabtu (26/7), distribusi belum juga normal. Hiswanamigas mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying dan tetap hemat BBM.
Sebagai langkah antisipasi, berikut 5 tips menghemat BBM selama krisis agar aktivitas harian tetap berjalan:
1. Gunakan Kendaraan Alternatif seperti Sepeda
Untuk jarak tempuh yang tidak terlalu jauh (kurang dari 10 kilometer), bersepeda bisa menjadi solusi hemat dan sehat. Selain mengurangi konsumsi BBM, bersepeda juga ramah lingkungan dan menyegarkan tubuh, cocok untuk aktivitas harian seperti ke pasar atau ke tempat kerja.
2. Terapkan Sistem Carpooling
Jika bepergian bersama teman sekantor atau tetangga, gunakan satu kendaraan saja. Nebeng bareng atau carpooling efektif mengurangi penggunaan BBM dan jumlah kendaraan di jalan, sehingga juga membantu mengurangi kemacetan.
3. Batasi Aktivitas yang Tidak Mendesak
Kurangi kebiasaan berkendara untuk hal-hal yang kurang penting seperti nongkrong, jalan-jalan, atau keluyuran tanpa tujuan jelas. Gunakan kendaraan hanya untuk keperluan penting seperti bekerja, belanja kebutuhan pokok, atau keperluan pendidikan.
4. Hindari Ngebut, Jaga Kecepatan Stabil
Tahukah kamu bahwa gaya mengemudi sangat berpengaruh terhadap konsumsi BBM? Berkendara dengan kecepatan stabil (40–60 km/jam) jauh lebih hemat dibanding ngebut. Hindari akselerasi dan pengereman mendadak agar penggunaan BBM lebih efisien.
5. Lakukan Servis Kendaraan Secara Rutin
Periksa kondisi kendaraan secara berkala, termasuk ganti oli, cek tekanan ban, dan servis mesin. Kendaraan yang terawat akan bekerja lebih optimal dan hemat bahan bakar. Selain itu, potensi mogok juga bisa diminimalkan di saat-saat penting. (fin)
Editor : AA Arsyadani