Jawa Pos Radar Lawu - Gelombang tsunami setinggi 3 meter diperkirakan menghantam pesisir Jepang setelah gempa besar Rusia.
Ribuan warga dievakuasi dari Hokkaido hingga Fukushima.
Gelombang tsunami kembali menjadi ancaman nyata di Jepang setelah gempa dahsyat berkekuatan 8,8 SR mengguncang Semenanjung Kamchatka, Rusia.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan tsunami terbaru pada Rabu (30/7/2025) pagi, menyusul prediksi gelombang mencapai tiga meter atau lebih, yang berpotensi menimbulkan kerusakan parah di wilayah pesisir.
Dalam pernyataan resminya, JMA memperingatkan bahwa tsunami bisa datang dalam beberapa gelombang dan berlangsung selama lebih dari satu hari.
“Jangan tinggalkan tempat aman sampai peringatan dicabut,” imbau JMA.
Fukushima dan 2 Juta Warga Diimbau Mengungsi
Peringatan tsunami yang diperbarui pukul 09.40 waktu setempat mencakup wilayah luas dari Hokkaido hingga Wakayama, termasuk pulau-pulau kecil di Jepang bagian selatan.
Lebih dari dua juta orang, termasuk 10.000 warga Hokkaido, telah menerima perintah evakuasi ke tempat tinggi, menurut laporan BBC.
Evakuasi juga dilakukan di PLTN Fukushima, yang pada 2011 sempat mengalami krisis nuklir terburuk kedua dunia akibat gempa dan tsunami 9,0 SR.
Wilayah Terdampak Paling Parah
Hingga pukul 13.00 waktu setempat, wilayah Hokkaido mencatat gelombang tsunami 30–40 cm di berbagai titik seperti:
Pelabuhan Tokachi: 40 cm
Kota Erimo
Pelabuhan Hanasaki
Kota Hamanaka
Pelabuhan Kushiro
Sementara itu, wilayah Tohoku dan Kanto mencatat gelombang antara 20–40 cm, termasuk di Prefektur Miyagi, tempat Bandara Sendai menutup landasan pacu.
Layanan kereta api di sepanjang wilayah pesisir Jepang dan Hokkaido dihentikan sementara untuk mencegah insiden.
JMA: Tsunami Bisa Lebih Tinggi dari Prediksi
Meskipun tsunami yang terukur awalnya masih berada di bawah 1 meter, JMA menegaskan bahwa tinggi gelombang bisa meningkat sewaktu-waktu.
Gelombang tambahan bisa muncul lebih kuat, seiring pergerakan lapisan dasar laut akibat gempa Rusia.
“Tsunami dapat terjadi berulang kali. Kami masih memantau situasi,” tegas JMA.
Peringatan tsunami masih aktif dan belum dicabut hingga Rabu sore waktu Jepang. Masyarakat diimbau tidak kembali ke pesisir sampai ada pengumuman resmi. (kid)
Editor : Nur Wachid