Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Gempa Dahsyat di Rusia dan Dampaknya ke Harga Emas: Apa Hubungannya?

Nur Wachid • Rabu, 30 Juli 2025 | 21:58 WIB
Gempa Rusia
Gempa Rusia

Jawa Pos Radar Lawu - Pada tanggal 29 hingga 30 Juli 2025, sebuah gempa besar dengan kekuatan sekitar 8,7 hingga 8,8 skala Richter mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia.

Gempa Rusia ini memicu peringatan tsunami ke berbagai negara, termasuk Jepang, Alaska, Hawaii, bahkan hingga Amerika Latin.

Meski kerusakan besar tidak terjadi, dunia kembali diingatkan akan rentannya stabilitas global akibat bencana alam skala besar.

Peristiwa besar semacam ini tak hanya berdampak pada kehidupan masyarakat sekitar, tetapi juga pada pasar keuangan dunia—terutama pasar logam mulia seperti emas.

Risiko Global Meningkat, Harga Emas Melonjak?

Gempa bumi besar dan potensi tsunami dapat memperbesar sentimen risiko global. Dalam situasi seperti ini, para investor cenderung menjauh dari aset berisiko (seperti saham) dan mengalihkan dana mereka ke aset yang lebih aman, seperti emas.

Inilah yang membuat harga emas seringkali mengalami kenaikan pasca kejadian geopolitik atau bencana alam besar.

Emas dikenal sebagai “safe-haven asset” karena nilainya cenderung stabil dan bahkan meningkat saat pasar keuangan dilanda ketidakpastian.

Hal ini kembali terbukti pasca gempa Rusia, di mana harga emas dunia tetap bertahan di kisaran tinggi—yakni sekitar US $3.322 hingga US $3.324 per ons menjelang akhir Juli 2025.

Apa yang Mendorong Harga Emas?

Beberapa faktor memperkuat naiknya harga emas setelah bencana di Rusia.

Pertama, meningkatnya ketidakpastian global akibat potensi tsunami dan dampaknya ke kawasan Pasifik.

Kedua, kekhawatiran pasar terhadap keputusan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) soal suku bunga—yang menahan pelaku pasar untuk tetap mengoleksi emas.

Selain itu, nilai tukar dolar AS yang melemah serta penurunan imbal hasil obligasi juga membuat emas menjadi pilihan lebih menarik bagi investor. Kombinasi dari semua faktor ini mendorong harga emas tetap stabil tinggi.

Peran Rusia dalam Pasar Emas Dunia

Rusia bukan sekadar korban gempa dalam konteks ini. Negara tersebut merupakan salah satu pemain utama dalam pasar emas global.

Rusia memiliki cadangan emas yang besar, yakni sekitar 2.333 ton per 2025, dan secara aktif menambahnya dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah ini dianggap sebagai strategi Rusia untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan memperkuat posisi keuangannya di tengah ketegangan geopolitik.

Dengan demikian, setiap kejadian besar di Rusia—termasuk bencana alam—secara tidak langsung berdampak pada persepsi investor terhadap kestabilan global dan mendorong mereka untuk membeli lebih banyak emas.

Singkatnya, gempa besar yang melanda Rusia baru-baru ini tidak hanya memicu kepanikan di kawasan Pasifik, tetapi juga meningkatkan sentimen global terhadap risiko.

Dalam situasi semacam ini, emas kembali mengambil peran sebagai pelindung nilai yang paling dipercaya.

Meskipun kenaikannya tidak selalu langsung melonjak drastis, permintaan terhadap emas diperkirakan tetap tinggi dalam waktu dekat.

Dengan ketegangan geopolitik yang belum reda dan kondisi alam yang tidak bisa diprediksi, harga emas kemungkinan besar masih akan dipengaruhi oleh faktor-faktor semacam ini.

Investor dan pengamat pasar sebaiknya terus mencermati kondisi global, termasuk potensi dampak dari peristiwa alam besar seperti gempa di Rusia.(galuh-mg-pnm/kid)

 

Editor : Nur Wachid
#Kamchatka #Gempa Rusia #indonesia #harga emas #tsunami jepang