Jawa Pos Radar Lawu - Sebagai upaya memperkuat literasi sejarah dan budaya di kalangan pelajar
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo sukses menggelar Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) 2025 tingkat SMP/MTs.
Kegiatan ini dilangsungkan pada Senin, 28 Juli 2025, di Museum Radya Pustaka, salah satu museum tertua di Indonesia.
Meski hanya dipersiapkan dalam waktu sekitar 1,5 bulan, ajang ini tetap berlangsung dengan lancar.
Hal ini disampaikan oleh Kepala UPTD Museum, Bonita Rintyowati, yang hadir mewakili Kepala Disbudpar Solo, Aryo Widyandoko.
Lomba ini dirancang untuk memperkenalkan nilai sejarah, budaya, dan peran museum kepada pelajar
Terutama di tengah tantangan zaman digital yang membuat museum sering kali tersisih dari minat remaja.
“Tujuan utama kami adalah mengenalkan museum kepada generasi muda. Jika disuruh memilih, mereka mungkin lebih suka ke mal. Dari lomba ini, harapannya mereka lebih dekat dengan museum,” ujar Bambang Sigid, salah satu juri dan Koordinator MGMP IPS Solo.
Materi yang diujikan pun tak main-main mulai dari sejarah perjuangan bangsa, kekayaan budaya Indonesia, hingga pengetahuan tentang museum.
Ini sejalan dengan misi Disbudpar untuk menjadikan museum sebagai pusat pembelajaran aktif.
Tahapan seleksi LCCM dimulai sejak 24 Juli 2025, diikuti oleh 47 SMP negeri dan swasta se-Kota Solo.
Proses seleksi berlangsung ketat hingga menghasilkan para juara terbaik dengan juara 1diperoleh SMP Muhammadiyah
Program Khusus (PK) Kottabarat Solo dengan tim yang terdiri dari Danish Muhammad Hanafi, Nasywa Malya Claresta, Fatiha Naimada Syarafana.
Kemudian juara 2 diraih SMPN 7 Solo, juara 3 SMPN 1 Solo, juara harapan 1 SMP Al Muayyad Solo, dan juara harapan 2 SMP Kalam Kudus Solo.
Menurut Bambang Sigid, lomba tahun ini diharapkan tidak berhenti di tingkat kota saja. Ia berharap tim dari Solo bisa melaju ke final LCCM tingkat Jawa Tengah, bahkan berprestasi hingga tingkat nasional.
Senada dengan itu, Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat, Muhdiyatmoko, menyampaikan rasa bangganya atas capaian tim sekolahnya.
"Hasil final lomba ini merupakan pembuktian kompetensi dan hasil belajar siswa kami di sekolah. Semoga ke depan juga sukses dalam perlombaan tingkat Provinsi Jawa Tengah," tuturnya.
Dengan suksesnya LCCM 2025 tingkat SMP se-Kota Solo, Disbudpar membuktikan bahwa edukasi sejarah dan budaya bisa dikemas kompetitif, menarik, dan relevan dengan generasi muda.
Diharapkan kegiatan seperti ini terus berlanjut sebagai bagian dari pelestarian budaya dan penguatan karakter pelajar.
(*/naz)
Penulis: Indah Fitri Nugraheni/Politeknik Negeri Madiun