Jawa Pos Radar Lawu - Kematian misterius Arya Daru (39), seorang pegawai Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), memasuki babak baru.
Salah satu sorotan paling mencolok dalam kasus ini adalah lakban kuning yang ditemukan menempel erat di kepala korban saat jenazahnya ditemukan.
Publik pun dibuat bertanya-tanya, dari mana asal lakban tersebut dan apa hubungannya dengan kematian Arya?
Polda Metro Jaya akhirnya mengungkap fakta mengejutkan.
Berdasarkan hasil penyelidikan terbaru, lakban kuning itu ternyata milik pribadi Arya sendiri.
Lebih lanjut, lakban tersebut diketahui dibeli langsung oleh Arya bersama sang istri, Meta Ayu, saat mereka berada di Yogyakarta pada Juni 2025.
Namun yang menjadi pertanyaan besar mengapa lakban itu bisa sampai berada di lokasi kejadian dan menempel di kepala korban?
Menurut keterangan yang dihimpun dari beberapa sumber, lakban kuning tersebut merupakan jenis yang biasa digunakan oleh pegawai Kemenlu sebagai penanda barang bawaan saat melaksanakan tugas ke luar negeri.
Lakban ini memang bukan barang asing bagi Arya, dan penggunaannya pun tergolong lazim dalam aktivitas dinas.
Istri korban, Meta Ayu, bahkan telah menyerahkan sisa lakban serupa yang masih tersimpan di rumah mereka di Yogyakarta sebagai bagian dari barang bukti untuk penyelidikan polisi.
Fakta ini makin memperkuat bahwa lakban tersebut bukan barang dari luar, melainkan benar-benar milik pribadi korban.
Meski begitu, keberadaan lakban di kepala Arya saat ditemukan tak lantas bisa dijelaskan begitu saja.
Apakah lakban itu bagian dari dugaan rekayasa, perlawanan diri, atau justru petunjuk kunci penyebab kematian?
Kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (39), yang ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, menggegerkan publik.
Pihak kepolisian masih terus mendalami berbagai kemungkinan.
Penyelidikan pun berlangsung intensif demi mengungkap seluruh misteri yang menyelimuti kematian tragis Arya Daru.
Publik kini hanya bisa menanti jawaban, yang mungkin lebih mengejutkan dari yang dibayangkan. (*)
Editor : Riana M.