Jawa Pos Radar Lawu - Siapa bilang menjaga kebersihan kelas itu membosankan? Dengan adanya lomba kelas terbersih, kegiatan bersih-bersih jadi seru dan menumbuhkan semangat kerja sama.
Program sederhana ini sudah lama diterapkan di banyak sekolah, dan ternyata dampaknya cukup besar, bukan cuma soal kebersihan, tapi juga soal membentuk budaya tanggung jawab bersama.
Bersih-Bersih yang Bikin Kompak
Lomba kelas terbersih biasanya dilakukan secara rutin, baik mingguan maupun bulanan. Setiap kelas dinilai berdasarkan kebersihan lantai, kerapian meja, kebersihan papan tulis, hingga pojok kelas.
Yang menarik, siswa dilibatkan langsung dalam menjaga area kelasnya sendiri. Mereka belajar bahwa kebersihan bukan tanggung jawab petugas kebersihan saja, tapi tanggung jawab semua penghuni kelas.
Tak jarang, para siswa saling mengingatkan dan berbagi tugas. Ada yang menyapu, ada yang merapikan hiasan dinding, bahkan ada yang membuat jadwal piket kreatif. Dari sinilah kebiasaan positif mulai terbentuk.
Mendorong Tanggung Jawab dan Rasa Memiliki
Lewat lomba ini, siswa belajar banyak hal. Mereka jadi lebih peduli, disiplin, dan merasa memiliki ruang belajarnya. Ketika kelas bersih dan rapi, suasana belajar pun jadi lebih nyaman.
Apalagi kalau kelasnya menang lomba, ada rasa bangga yang muncul dan jadi motivasi untuk terus mempertahankan kebiasaan baik.
Lomba ini juga bisa jadi ajang pembelajaran karakter. Anak-anak belajar bekerja sama, saling menghargai, dan menyelesaikan tugas bersama. Nilai-nilai inilah yang akan terbawa hingga luar kelas.
Sederhana Tapi Berdampak
Meski terlihat sepele, lomba kelas terbersih mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih positif. Sekolah jadi lebih bersih, siswa lebih peduli, dan semangat gotong royong makin terasa.
Ini bukti bahwa program kecil pun bisa membentuk budaya besar, asal dijalankan secara konsisten.
(*/naz)
Penulis: Diva Vania Candrawati/Politeknik Negeri Madiun