Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kemenag Dorong Transformasi Guru Profesional Lewat Perluasan Beasiswa Pendidikan Jarak Jauh 2025

Mizan Ahsani • Jumat, 18 Juli 2025 | 22:50 WIB
Kemenag Perluas Beasiswa Pendidikan Jarak Jauh
Kemenag Perluas Beasiswa Pendidikan Jarak Jauh

Jawa Pos Radar Lawu – Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak guru profesional di era digital melalui penyediaan beasiswa untuk pendidikan jarak jauh (PJJ).

Melalui program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2025, Kemenag membuka kesempatan bagi guru dan calon guru untuk menempuh studi S1 di bidang Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Ruchman Basori, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respon terhadap kebutuhan tenaga pendidik berkualitas di tengah tantangan zaman yang serba digital.

“Pelatihan saja tidak cukup. Guru dan calon guru harus memiliki jenjang pendidikan formal yang kuat, mulai dari S1 hingga S2. Ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Guru dan Dosen,” ujar Ruchman saat meninjau pelaksanaan tes wawancara calon penerima beasiswa di Jakarta, Kamis (17/7/2025).

Menurutnya, Kemenag telah menetapkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai satu-satunya perguruan tinggi berbasis daring penuh yang menjadi pilot project pendidikan jarak jauh untuk guru.

Program PJJ ini tidak hanya membuka akses lebih luas bagi tenaga pendidik di berbagai daerah, tetapi juga mendukung efisiensi pembelajaran melalui teknologi.

Tahun ini, total 2.451 peserta mendaftar untuk beasiswa PJJ. Dari jumlah tersebut, 1.538 peserta lolos seleksi administrasi, lalu 792 peserta berhasil melewati tahap tes skolastik dan kini sedang menjalani tes wawancara pada 17–19 Juli 2025.

Program Beasiswa PJJ sendiri telah dimulai sejak 2022 dan telah memberikan manfaat kepada 3.313 mahasiswa PAI. Untuk tahun 2025, cakupan diperluas tidak hanya pada PJJ PAI, tetapi juga mencakup PGMI dan Bahasa Arab.

Kolaborasi antara Kemenag dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) juga terus diperluas.

Sejak 2022, lebih dari 7.000 penerima beasiswa dari keluarga besar Kemenag telah mendapatkan akses pendidikan S1, S2, hingga S3 baik di dalam maupun luar negeri.

“Melalui beasiswa ini, kami ingin mendorong transformasi tenaga pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tegas Ruchman.

Program ini menjadi salah satu langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama dan memperluas akses pendidikan tinggi berbasis teknologi di Indonesia.

(*/naz)
Penulis: Nazala Syifa Julieta/Politeknik Negeri Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#kemenag #pendidikan jarak jauh #Calon Guru #pjj #guru #akses #Beasisiswa