Jawa Pos Radar Lawu - Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) adalah subspesies harimau yang hanya bisa ditemukan di Pulau Sumatra, Indonesia.
Meski tampilannya garang, ia justru merupakan jenis harimau terkecil di dunia dibandingkan dengan empat subspesies harimau lainnya yang masih ada.
Harimau ini termasuk dalam keluarga kucing besar (Felidae), dan kini menghadapi ancaman kepunahan yang sangat serius.
Saat ini, populasi harimau sumatra diperkirakan kurang dari 400 ekor di alam liar.
Akibat pembukaan lahan besar-besaran dan perburuan liar, habitat mereka terus menyusut drastis.
Tak heran jika International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah mengklasifikasikannya sebagai spesies Kritis (Critically Endangered).
Baca Juga: Tragis! Penggarap Kebun Kopi di TNBBS Tewas Diduga Diterkam Harimau Sumatera
Ukuran Mini, Gaya Berburu Mematikan
Meski ukurannya lebih kecil dibandingkan harimau lainnya, jangan remehkan kemampuan berburu Harimau Sumatra.
Bobot jantan bisa mencapai 140 kg, sedangkan betina sekitar 110 kg.
Aumannya sanggup terdengar hingga 3 kilometer jauhnya!
Seperti kucing besar lainnya, Harimau Sumatra mengandalkan teknik mengendap dan menyergap.
Dari posisi diam, harimau ini mampu melompat sejauh 10 meter untuk menerkam mangsanya dari belakang.
Kekuatan gigitan kuat hingga 1.000 psi yang cukup untuk melumpuhkan mangsa dalam sekejap.
Gigitan Harimau Sumatra dengan tekanan sekitar 1.000 psi setara dengan alat pemotong hidrolik yang bekerja di kisaran 900–1.200 psi.
Boleh dibilang, gigitannya sekuat alat pemotong baja!
Pola Belang Unik dan Kemampuan Kamuflase Hebat
Ciri khas Harimau Sumatra adalah belang hitamnya yang sempit dan rapat.
Ini bukan sekadar estetika, melainkan alat kamuflase yang sangat efektif di hutan tropis yang rimbun.
Menariknya, tidak ada dua harimau yang memiliki pola belang yang sama.
Setiap individu punya sidik jari alaminya sendiri.
Baca Juga: Sungai Jafri Zam-Zam Banjarmasin Mencekam, Buaya Besar Muncul Dekat Permukiman Warga!
Sebenarnya Pemalu dan Menghindari Manusia
Meski kerap diberitakan menyerang manusia, harimau pada dasarnya lebih suka menghindar.
Mereka adalah makhluk soliter yang sangat menjaga wilayah teritorialnya.
Namun, konflik dengan manusia bisa terjadi, terutama jika harimau merasa terancam, sedang sakit, atau betina yang melindungi anaknya.
Biasanya, Harimau Sumatra berburu saat malam hari.
Makanan favoritnya meliputi rusa, babi hutan, monyet, lembu liar, hingga burung dan ikan.
Ancaman Serius: Habitat Hilang dan Perburuan Liar
Pada era 1970-an, diperkirakan ada sekitar 1.000 Harimau Sumatra di alam liar.
Kini, jumlahnya menyusut drastis. Kehilangan habitat akibat alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit dan ladang menjadi ancaman terbesar mereka.
Perburuan liar juga menjadi momok mematikan, terutama karena bagian tubuh harimau masih diburu untuk dijadikan obat-obatan tradisional atau aksesoris di pasar gelap.
Upaya Konservasi: Suaka Harimau dan Harapan Masa Depan
Pemerintah Indonesia kini tengah memperkuat langkah konservasi.
Beberapa suaka harimau telah dibuka untuk menyelamatkan sisa populasi yang ada.
Tempat perlindungan ini bukan hanya rumah aman bagi harimau, tetapi juga bagi spesies langka lainnya seperti Gajah Sumatra, Tapir Asia, Badak Sumatra, hingga Macan Dahan Sunda.
Harimau Sumatra, si raja rimba dari Sumatra yang kini terancam punah. Hanya tersisa kurang dari 400 ekor di dunia! (fin)
Editor : AA Arsyadani