Jawa Pos Radar Lawu - Perayaan 20 tahun Java Jazz Festival 2025 menjadi ajang nostalgia yang tak boleh dilewatkan.
Festival musik jazz terbesar di Indonesia ini digelar pada 29 Mei–1 Juni 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, menampilkan ratusan musisi lokal dan internasional di 11 panggung spektakuler.
Di hari pertama, Jacob Collier, musisi asal Inggris yang dikenal dengan eksplorasi harmoni kompleks dan musikalitas luar biasa menjadi salah satu penampil utama.
Sementara dari tanah air, ada Rieka Roeslan & Nadadara, Adrian Khalif, Nyoman Paul, serta RAN feat. Horns Star Big Band, yang siap mengguncang panggung.
Baca Juga: Bikin Indonesia Bangga! Lagu Scorpions yang Mendunia Ini Ternyata Diciptakan Bersama Titiek Puspa
Tribute untuk Titiek Puspa: Panggung Spesial Bertajuk “Sing a Long”
Sebagai momen perayaan dua dekade, Java Jazz menyuguhkan sesi tribute bertajuk “Sing a Long” untuk menghormati sang legenda, Eyang Titiek Puspa.
Beberapa musisi lintas generasi seperti Kris Dayanti, Danilla Riyadi, Adikara, hingga Bilal Indrajaya akan membawakan ulang karya-karya ikonik Eyang Titiek dalam aransemen baru yang segar.
Pertunjukan ini dijadwalkan tampil di hari kedua festival.
Baca Juga: Fariz RM: Legenda Hidup yang Mengubah Lanskap Musik Pop Indonesia
20 Years of Java Jazz: Kolaborasi Musisi Penuh Makna
Proyek istimewa lainnya adalah kolaborasi dari 13 penyanyi dan komposer yang pernah dan masih menjadi bagian dari perjalanan Java Jazz.
Di antaranya, Andien, Barry Likumahuwa, Endah N Rhesa, MALIQ & D’Essentials, Dira Sugandi, dan Tompi.
Dipandu oleh Nikita Dompas dan Elfa Zulham sebagai music director.
Mereka akan membawakan lagu-lagu lama yang dulu pernah tampil di panggung Java Jazz dalam format medley yang membawa penonton menyusuri memori festival dari masa ke masa.
Proyek kolaborasi ini akan menjadi penutup megah di hari terakhir.
MLDSPOT Stage Bus: Panggung Intim, Dekat dengan Penonton
Salah satu spot favorit pengunjung adalah MLDSPOT Stage Bus.
Penonton dapat menyaksikan aksi dari jarak dekat sambil menikmati nuansa santai.
Tahun ini, line-up-nya termasuk Adrian Khalif, Delam, Daun Jatuh, dan Sore.
Desain artistik panggung juga dibuat spesial, menggabungkan unsur musik dan memorabilia perjalanan 20 tahun Java Jazz.
Menurut Nathaniel Widhiyanto Utomo dari MLDSPOT, jazz kini lebih terbuka, fleksibel, dan digemari generasi muda.
"Banyak anak muda mulai mengeksplorasi jazz dengan gaya mereka sendiri. Ini bikin jazz terasa fresh dan makin menyatu dengan genre lain."
"Kami bangga bisa ikut ambil bagian dan berharap lebih banyak talenta muda terus menggali potensi jazz Indonesia," ujar Nathaniel.
Tak Sekadar Festival, Tapi Perayaan Musik Sejati
Java Jazz Festival 2025 menjadi perjalanan emosional yang merayakan dua dekade kontribusi terhadap dunia musik Indonesia.
Mulai dari tribute legendaris, kolaborasi antarmusisi, hingga panggung-panggung yang menghadirkan nuansa intim. (fin)
Editor : AA Arsyadani