Jawa Pos Radar Lawu - Seekor sapi kurban milik Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dilaporkan mati mendadak pada Kamis pagi, (15/5).
Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, hanya beberapa minggu menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah.
Sapi berjenis Simental itu memiliki bobot lebih dari satu ton dan ditaksir bernilai sekitar Rp. 125 juta.
Sapi tersebut merupakan satu dari empat ekor yang disiapkan Presiden Prabowo untuk dibagikan kepada masyarakat Sulawesi Barat dalam rangka kurban tahunan.
Menurut pemilik ternak, Dedi Irawan, sapi tersebut sempat dalam kondisi prima sebelum akhirnya menunjukkan gejala sesak napas dan roboh secara tiba-tiba.
"Pagi itu sapi sempat saya mandikan dan beri makan. Tidak ada tanda-tanda aneh.
Tapi beberapa jam kemudian, tiba-tiba dia roboh dan menggelepar dengan napas tersengal-sengal," ujar Dedi.
Melihat kondisi kritis tersebut dan untuk menghindari kerugian total, Dedi akhirnya mengambil keputusan cepat untuk menyembelih sapi secara darurat, dalam keadaan sadar dan sesuai prosedur pemotongan darurat.
Langkah ini diambil agar daging sapi tetap dapat dimanfaatkan untuk konsumsi masyarakat.
Daging sapi tersebut kemudian diperiksa oleh petugas Dinas Peternakan setempat dan dinyatakan layak konsumsi.
Petugas juga telah mengambil sampel jaringan untuk uji laboratorium, guna mengetahui penyebab pasti kematian sapi.
Awalnya sempat muncul dugaan bahwa sapi mengalami keracunan.
Namun hasil tes cepat (rapid test) antraks menunjukkan hasil negatif.
Saat ini, sampel tengah diteliti lebih lanjut oleh Balai Besar Veteriner Maros.
Hingga artikel ini ditayangkan, penyebab kematian sapi masih menunggu hasil laboratorium.
Insiden ini tidak memengaruhi distribusi hewan kurban dari Presiden Prabowo. Tiga sapi lainnya yang disiapkan untuk wilayah Sulawesi Barat dipastikan dalam kondisi sehat.
Selain itu, pihak tim distribusi langsung menyiapkan sapi pengganti agar masyarakat tetap menerima hewan kurban sesuai jadwal.
Presiden Prabowo Subianto memang dikenal rutin menyumbangkan sapi kurban ke berbagai daerah setiap tahun sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Meskipun salah satu sapi mengalami kejadian tak terduga, komitmen distribusi tetap berjalan tanpa hambatan.
Dengan harga yang fantastis mencapai Rp. 125 juta, sapi tersebut merupakan salah satu hewan kurban berkualitas tinggi.
Meski demikian, kejadian ini menjadi pengingat bahwa hewan ternak pun dapat mengalami kondisi darurat yang tak terduga, bahkan dalam kondisi kesehatan yang tampak prima. (*)
Editor : Riana M.