Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Keluarga Korban Beber Kronologi Ledakan Amunisi Garut, Dudung Ungkap Versi Lain, Mana yang Benar?

Nur Wachid • Kamis, 15 Mei 2025 | 02:55 WIB
Ledakan amunisi Garut.
Ledakan amunisi Garut.

GARUTJawa Pos Radar Lawu – Tragedi ledakan amunisi Garut di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, pada Senin (12/5/2025) masih menyisakan misteri.

Tewasnya 13 orang—sembilan warga sipil dan empat anggota TNI—mengundang simpati dan juga pertanyaan besar: siapa yang benar soal kronologi kejadian?

Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional, Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman, mengungkapkan bahwa ledakan terjadi bukan karena amunisi, melainkan detonator yang disimpan dalam drum.

Ia menyebut, berdasarkan informasi dari Kolonel Cpl Antonius—salah satu korban tewas—prosedur berjalan normal, namun ledakan terjadi tiba-tiba saat proses pemindahan ke lubang peledakan.

“Biasanya menggunakan air laut untuk percepatan, tapi saat dimasukkan ke lubang, detonator dalam drum itu langsung meledak,” ujar Dudung dalam siaran Kompas TV.

Namun versi ini berbeda dengan keterangan Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi, yang mengatakan bahwa warga sipil datang ke lokasi untuk mengumpulkan logam bekas granat dan mortir.

Ia menduga ledakan susulan terjadi saat warga mendekat, padahal masih ada bom yang belum meledak.

Sementara itu, Kadispenad Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyebut bahwa ledakan terjadi ketika tim sedang menyusun detonator di dalam lubang.

Namun, ia tidak merinci apakah warga sipil turut serta dalam tim tersebut.

Berbeda lagi dengan penuturan keluarga korban. Salah satu pihak keluarga yang enggan disebutkan namanya menegaskan bahwa warga yang menjadi korban bukan pemulung biasa.

Mereka telah lama bekerja sama dengan TNI dalam pemusnahan amunisi dan hanya mendekat ke lokasi jika sudah dinyatakan aman.

“Selama ini mereka membantu TNI dalam pekerjaan itu. Mereka tidak akan mendekat kalau belum diperbolehkan. Ini bukan kegiatan iseng,” jelasnya kepada JawaPos.com.

Kisruh kronologi ini semakin panas setelah beredar video berdurasi satu menit di media sosial yang menunjukkan warga berlari menuju lokasi peledakan.

Banyak warganet menduga warga berebut logam sisa ledakan untuk dijual, sementara pihak keluarga menyebut video itu menyesatkan karena tidak menggambarkan konteks kejadian secara utuh.

TNI AD saat ini menyatakan masih melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab utama ledakan.

Namun, simpang siur informasi yang muncul di publik justru memperbesar keraguan dan polemik.

Tragedi ini tak hanya menyisakan duka bagi keluarga korban, tetapi juga membuka kembali wacana pentingnya evaluasi prosedur pemusnahan amunisi serta komunikasi yang lebih transparan antara militer dan masyarakat sipil. (kid)

Editor : Nur Wachid
#kronologi #ledakan amunisi garut #Dudung #update #tni #keluarga korban #fakta