Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah tantangan besar mengasuh anak zaman sekarang yang makin kritis, bandel, dan anti-aturan, para ibu di Jawa Barat menemukan jurus pamungkas yang tak disangka-sangka: cukup mutar video Dedi Mulyadi, anak langsung menurut!
Tren parenting unik ini menjadi viral setelah sejumlah ibu membagikan pengalaman mereka di media sosial.
Dalam video yang ramai beredar, tampak Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memberi peringatan dengan suara khasnya yang tegas namun santai, kepada anak-anak yang susah makan, tidur larut, atau malas sekolah.
“Kamu tidur malem terus, ya? Awas, nanti saya jemput ke rumah,” begitu kira-kira suara Dedi dalam salah satu video.
Respons anak-anak? Tak disangka begitu dramatis. Salah satu video TikTok yang viral memperlihatkan seorang anak perempuan kecil dengan ekspresi ketakutan melihat video tersebut.
Saat ibunya memutar video Dedi di ponsel, bocah itu langsung duduk tegak, memeluk guling, lalu berkata lirih,
“Bu… jangan… jangan suruh Pak Dedi ke sini…”
Wajahnya antara takut dan menyesal, seperti habis ketahuan mencuri biskuit. Netizen yang menonton video itu sontak ngakak dan membanjiri kolom komentar.
“Demi Dedi, anakku langsung beresin mainan!” tulis salah satu ibu.
Fenomena ini menjadi bukti kekuatan media dan figur publik dalam pola pengasuhan anak.
Di balik efek lucunya, ini adalah bentuk “digital parenting” baru: orang tua tak perlu teriak, cukup panggil “Pak Dedi” lewat YouTube atau TikTok.
Meski begitu, tren ini juga bersinggungan dengan program resmi dari Dedi Mulyadi sendiri, yang menggandeng TNI dan Polri dalam program pembinaan karakter bagi siswa bermasalah.
Siswa yang terindikasi kenakalan serius bahkan dikirim ke barak untuk pelatihan disiplin, sebuah kebijakan yang menuai pro dan kontra.
Namun di rumah-rumah warga, metode “Dedi Digital” ini dianggap solusi sederhana dan cepat.
“Biasanya kalau saya marah, anak malah makin ngeyel. Tapi sejak ada video itu, cukup saya bilang ‘Mau dipanggilin Pak Dedi?’ langsung anteng!” kata seorang ibu dari Cimahi.
Tentu saja, para pakar tetap mengingatkan agar penggunaan tokoh seperti ini tidak menimbulkan ketakutan berlebihan.
Yang penting tetap disertai dialog, kasih sayang, dan pendekatan yang sesuai usia.
Siapa sangka, di era parenting penuh tantangan ini, video berdurasi satu menit bisa lebih ampuh dari sejuta kata ceramah. Kalau dulu anak takut sama hantu, sekarang mereka takut… sama video Pak Dedi!
Mau coba di rumah? Siapkan HP, buka TikTok, dan pastikan volume-nya cukup keras. Siapa tahu, makan malam jadi lebih tenang malam ini. (*)
Editor : Riana M.