Jawa Pos Radar Lawu - Kebakaran besar melanda hutan di Israel bagian tengah dekat Yerusalem, memaksa pemerintah mengumumkan keadaan darurat dan meminta bantuan internasional pada Rabu (30/4/2025).
Kondisi cuaca kering dan angin kencang memperburuk situasi, membuat ribuan warga terpaksa dievakuasi.
Api yang menyala hebat terlihat di sepanjang tepi Jalan Raya 1, yang menghubungkan dua kota besar, Tel Aviv dan Yerusalem.
Video dari lokasi menunjukkan para pengendara meninggalkan kendaraan mereka dan berlari menyelamatkan diri.
Dimana tampak kondisi jalan raya utama tersebut kini ditutup untuk menghindari risiko lebih lanjut.
Beberapa komunitas di Perbukitan Yerusalem, seperti Neve Shalom, Mevo Horon, dan Eshtaol, sudah dievakuasi.
Bahkan, media setempat melaporkan bahwa dua wanita hamil dan dua bayi termasuk di antara 13 korban yang dilarikan ke rumah sakit akibat menghirup asap dan menderita luka bakar.
Dalam pernyataannya, pemerintah Israel meminta bantuan dari beberapa negara, termasuk Yunani, Siprus, Kroasia, Italia, dan Bulgaria, untuk memadamkan kebakaran.
Bantuan tersebut diharapkan tiba pada Kamis (1/5/2025) waktu setempat.
"Kami mengerahkan seluruh sumber daya kami untuk mengatasi bencana ini.
Tim pencarian dan penyelamatan, polisi, serta pemadam kebakaran bekerja tanpa henti," ujar Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam pernyataan resminya.
Kebakaran ini menjadi salah satu yang terparah di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Upaya pemadaman terus berlangsung di tengah situasi yang menantang, dengan harapan bantuan internasional dapat mempercepat pengendalian api.
Situasi ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. (okta)
Editor : Riana M.