Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Kenapa 23 April Diperingati Hari Buku Sedunia? Ini Fakta Sejarah dan Perayaannya

Nur Wachid • Rabu, 23 April 2025 | 21:38 WIB
Ilustrasi Buku
Ilustrasi Buku

Jawa Pos Radar Lawu – Setiap tanggal 23 April, dunia memperingati Hari Buku Sedunia, atau dikenal juga sebagai Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia.

Perayaan ini bukan sekadar ajang seremonial, tapi menjadi momen penting untuk mengingat kembali betapa berharganya peran buku dalam membentuk peradaban, pengetahuan, dan budaya membaca di seluruh dunia.

Peringatan tahunan ini digagas oleh UNESCO sejak tahun 1995, dan hingga kini menjadi agenda global yang dirayakan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Sejarah Hari Buku Sedunia

Tak banyak yang tahu, awal mula peringatan Hari Buku Sedunia berasal dari sebuah kebiasaan lokal di Catalonia, Spanyol.

Sejak tahun 1923, toko-toko buku di sana mulai merayakan tanggal 23 April sebagai bentuk penghormatan terhadap Miguel de Cervantes, penulis legendaris novel Don Quixote yang meninggal pada tanggal tersebut.

Gagasan tersebut kemudian diusulkan oleh penulis asal Valencia, Vicente Clavel Andrés, hingga akhirnya diakui secara global.

Baru pada tahun 1995, UNESCO menetapkan 23 April sebagai Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia, bukan hanya untuk menghormati Cervantes, tapi juga karena hari itu bertepatan dengan wafatnya tokoh sastra dunia seperti William Shakespeare dan Inca Garcilaso de la Vega.

Kenapa Tanggal 23 April Dipilih?

Tanggal ini bukanlah tanggal biasa. Selain menjadi hari meninggalnya Cervantes dan Shakespeare, 23 April juga merupakan tanggal lahir atau wafat dari sejumlah penulis besar dunia lainnya.

Dengan memilih tanggal ini, UNESCO ingin menunjukkan bahwa buku adalah jembatan lintas waktu dan budaya—penghubung antara penulis, pembaca, dan generasi-generasi masa depan.

Baca Juga: Top 5 Parfum Alfamart Paling Wangi, Ada Pinkberry hingga Pucelle

Tujuan Utama Peringatan Hari Buku Sedunia

Meningkatkan Minat Membaca: Hari Buku Sedunia bertujuan mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk lebih mencintai kegiatan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Mendukung Dunia Penerbitan: Dengan memperingati hari ini, dunia turut mendukung industri buku dan penerbitan, serta menghargai karya para penulis dan editor.

Melindungi Hak Cipta: Hari ini juga dijadikan momentum untuk meningkatkan kesadaran pentingnya menghormati hak cipta dan kekayaan intelektual dalam bidang literasi.

Mengedukasi Generasi Muda: Salah satu target utama peringatan ini adalah anak-anak dan remaja, agar tumbuh sebagai pembaca aktif dan kreatif sejak dini.

Perayaan Hari Buku di Berbagai Negara

Setiap negara memiliki cara unik dalam memperingati Hari Buku Sedunia. Di Catalonia, misalnya, ada tradisi saling memberikan buku dan bunga mawar sebagai simbol cinta terhadap sastra.

Sementara di Indonesia, berbagai kegiatan literasi seperti pameran buku, diskusi sastra, workshop menulis, hingga lomba membaca puisi turut meramaikan perayaan.

Hari Buku Sedunia setiap 23 April bukan sekadar perayaan biasa. Ia adalah pengingat bahwa dalam setiap halaman buku tersimpan kekuatan untuk menginspirasi, mendidik, dan mempersatukan dunia.

Lewat Hari Buku, UNESCO mendorong masyarakat global agar kembali mencintai literasi dan menghormati karya para penulis yang tak kenal lelah berbagi ilmu lewat tulisan.

Selamat Hari Buku Sedunia 2025! Sudahkah kamu membaca buku hari ini? (kid)

 

Editor : Nur Wachid
#sejarah #hari buku sedunia #23 april memperingati hari apa #fakta