Wujud puluhan cacing yang bersarang di perut bocah laki-laki berusia 3 tahun ini membuat tim dokter RSD dr. Soebandi, Jember, tercengang. Panjangnya mencapai puluhan sentimeter, dan bentuknya menyerupai cacing tanah yang menggeliat hidup di dalam usus kecil balita yang bersangkutan.
Kejadian langka ini terjadi setelah pasien mengalami pembengkakan perut, muntah, dan tidak buang air besar selama beberapa hari.
Awalnya, dokter menduga balita tersebut hanya mengalami konstipasi biasa. Namun, kondisinya memburuk dalam hitungan jam hingga akhirnya muntah dan mengeluarkan cacing hidup dari mulut.
“Setelah pemeriksaan lanjutan, ternyata ada tiga titik sumbatan dalam usus pasien. Dan semuanya dipenuhi cacing jenis Ascaris lumbricoides, yang panjangnya bisa lebih dari 20 cm,” ungkap Direktur RSD dr. Soebandi, dr. I Nyoman Semita dilansir Jawa Pos Radar Jember.
CT scan menunjukkan adanya ileus obstruktif, yaitu penyumbatan saluran pencernaan akibat benda asing, dalam hal ini, cacing hidup.
Tak ingin mengambil risiko, tim dokter memutuskan operasi darurat.
Benar saja, saat dilakukan pembedahan, puluhan cacing berukuran besar ditemukan menggumpal di dalam usus balita tersebut.
Proses pengeluaran dilakukan secara hati-hati, mengingat usus yang tersumbat dalam waktu lama sangat rentan mengalami komplikasi.
“Setelah operasi selesai, pasien langsung diberi obat cacing untuk membersihkan sisa-sisa parasit dan mencegah infeksi ulang,” lanjut dr. Nyoman.
Kasus ini sempat dipublikasikan dalam Journal of Medical Case Reports pada 10 April 2025, karena termasuk kejadian medis langka.
Pasien sebelumnya tinggal di Bali dan memiliki kebiasaan bermain di sungai tanpa alas kaki, jarang mencuci tangan, dan mengonsumsi air dari sumber yang tak steril.
Setelah pindah ke Jember, ia juga sering ikut memungut sampah bersama kakek-neneknya. Kebiasaan tersebut diduga memperbesar risiko tertular cacing dari tanah yang tercemar.
“Lingkungan yang tidak higienis menjadi penyebab utama. Ini jadi peringatan penting bagi orang tua,” tegasnya.
Setelah menjalani perawatan intensif lebih dari enam bulan, balita itu kini sudah dipulangkan dari rumah sakit. Kondisinya dinyatakan sehat dan normal kembali. (den)