Jawa Pos Radar Lawu - Kematian tragis Soleh Darmawan (24) di Kamboja kini memicu sorotan tajam.
Ia ditemukan tak bernyawa dan diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) serta jual beli organ tubuh.
Yang mengejutkan, dua orang terdekatnya berinisial S dan A, diduga kuat menjadi agen yang merekrut Soleh dan menjual ginjalnya secara paksa.
Jenazah Soleh telah dipulangkan ke Indonesia pada awal Maret 2025.
Keluarga kaget saat melihat kondisi jasadnya yang mengenaskan.
Dugaan muncul bahwa ia bukan hanya menjadi korban eksploitasi kerja.
Tetapi juga menjadi korban perdagangan organ, karena ginjalnya diduga telah diambil secara tidak wajar.
Berawal dari Janji Palsu Bekerja di Thailand
Sebelum berangkat, Soleh sempat mengabari keluarga bahwa ia mendapat tawaran bekerja sebagai koki di Thailand dengan gaji besar.
Namun, kenyataannya, ia diterbangkan ke Kamboja dan dijadikan admin judi online (judol).
Baca Juga: 5 Fakta Pria Ponorogo Bacok Mantan Istri dan Kakak Ipar, Baru Dua Bulan Cerai
Sejak transit di Singapura, komunikasi Soleh dengan keluarganya terputus.
Informasi terakhir menyebutkan bahwa ia berada di Kamboja.
Keluarga semakin curiga setelah jasad Soleh dipulangkan dan ditemukan bahwa ginjalnya hilang.
Sejumlah akun media sosial, termasuk @r.69sangpena di TikTok, mengungkap identitas dua orang yang diduga sebagai agen perekrut, yakni Sally dan Ade.
Dugaan Peran Sally dan Ade dalam Kematian Soleh Darmawan
Sally disebut sebagai pihak yang mengurus visa dan paspor Soleh.
Ia juga yang menjanjikan pekerjaan fiktif sebagai koki dan diduga mendapat bayaran hingga Rp 20 juta untuk setiap perekrutan orang ke Kamboja.
Ade diduga ikut terlibat dalam jaringan tersebut.
"DPO S dan A orang yang bertanggung jawab atas meninggalnya Soleh Darmawan di Kamboja. Mereka juga yang bertanggung jawab atas hilangnya ginjal Soleh saat jenazah tiba di Indonesia," tulis akun @r.69sangpena.
Kini, keduanya dilaporkan menghilang. Sempat beredar kabar bahwa polisi telah mendatangi kediaman S untuk dimintai keterangan, namun hingga kini belum ada kejelasan lebih lanjut.
Polisi Selidiki Jaringan TPPO dan Penjualan Organ
Pihak kepolisian tengah memburu S dan A sebagai terduga pelaku TPPO.
Baca Juga: Luapan Sungai Ulo Sebabkan Banjir Magetan, 500 Warga Terdampak, Gagal Nyekar Jelang Lebaran
Kasus ini diduga menjadi bagian dari sindikat besar perdagangan manusia dan organ tubuh yang beroperasi lintas negara.
Keluarga besar Soleh dan warganet mendesak agar aparat penegak hukum menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini.
Mereka juga meminta perlindungan bagi WNI agar tidak lagi menjadi korban penipuan kerja di luar negeri yang berujung maut. (kid)
Editor : Nur Wachid