Jawa Pos Radar Lawu - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Banten, mendukung penuh usulan agar Syekh Nawawi Al-Bantani dianugerahi gelar pahlawan nasional.
Ulama besar asal Banten ini dikenal sebagai ilmuwan Islam yang produktif sekaligus penggerak semangat perjuangan kemerdekaan di Nusantara melalui ajaran dan murid-muridnya.
Dukungan Masyarakat Banten
“Kami berharap pemerintah segera menetapkan Syekh Nawawi Al-Bantani sebagai pahlawan nasional,” ujar Wakil Ketua MUI Kabupaten Lebak, KH Ahmad Hudori, dilansir dari Antara.
Menurutnya, ulama yang lahir di Tanara, Kabupaten Serang, pada 1813 ini memiliki jasa besar bagi bangsa dan umat Islam.
Oleh karenanya, layak mendapatkan penghormatan tertinggi dari negara.
Dukungan terhadap pengangkatan Syekh Nawawi sebagai pahlawan nasional terus menguat.
Terutama dari kalangan ulama, akademisi, politisi, santri, hingga organisasi keagamaan di Banten.
Pengaruh Besar dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
Selain dikenal sebagai cendekiawan Islam, Syekh Nawawi juga berperan dalam membangun semangat kemerdekaan di Nusantara.
Dua muridnya yang paling berpengaruh dalam perjuangan Indonesia adalah:
1. KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), yang juga dikenal sebagai salah satu penggerak Resolusi Jihad melawan penjajahan.
2. KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, yang berperan dalam reformasi pendidikan Islam di Indonesia.
Kedua tokoh ini telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional.
Harapan untuk Pengakuan Gelar Pahlawan Nasional
Dengan kontribusi besar Syekh Nawawi, masyarakat Banten berharap pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) segera memberikan gelar pahlawan nasional.
“Syekh Nawawi adalah salah satu ulama paling berpengaruh dalam sejarah Islam di Indonesia. Kami berharap jasa-jasanya dihargai dengan gelar pahlawan nasional,” pungkas KH Ahmad Hudori.
Sebagai seorang ulama yang ilmunya abadi dan ajarannya terus hidup di pesantren-pesantren, Syekh Nawawi Al-Bantani pantas mendapatkan pengakuan tertinggi dari bangsa Indonesia. (fin)
Editor : AA Arsyadani