SURABAYA, Jawa Pos Radar Lawu – Hasil rukyatul hilal yang dilakukan di 32 titik pemantauan di Jawa Timur menunjukkan bahwa hilal tidak terlihat.
Hal ini menyebabkan penentuan 1 Ramadan 1446 H masih menunggu hasil Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Berdasarkan laporan resmi Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, pemantauan hilal yang digelar di berbagai lokasi pada 28 Februari 2025 tidak berhasil mengonfirmasi keberadaan hilal karena kondisi atmosfer yang kurang mendukung.
"Dari semua titik pemantauan hilal di Jawa Timur, tidak ada satupun lokasi yang melaporkan hilal terlihat. Hasil ini akan menjadi pertimbangan dalam Sidang Isbat," demikian pernyataan dalam laporan yang ditandatangani oleh Dr. Akhmad Sruji Bahtiar M.Pd.I, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur.
32 Titik Pemantauan Hilal di Jawa Timur
Berikut beberapa lokasi pemantauan hilal yang melaporkan hilal tidak terlihat:
Madiun – Desa Dagangan, Kec. Dagangan
Ponorogo – Ponpes Al-Islah
Lamongan – Pantai Sunan Drajat
Gresik – Bukit Condrodipo
Pasuruan – Mushollah Safinatus Najah
Jember – Mercusuar Paiton
Baca Juga: Anak 7 Tahun di Bojonegoro Terseret Arus di Parit, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian
Pacitan – Pantai Srace
Ngawi – Bukit Kerek Indah
Kediri – Bukit Putuk, Kec. Kandangan
Blitar, Banyuwangi, Bangkalan, Lumajang, Sumenep, Probolinggo, Sampang – dan berbagai titik lainnya.
Hasil lengkap dapat dilihat dalam laporan resmi Kanwil Kemenag Jatim.
Sidang Isbat Jadi Penentu Awal Ramadan
Dengan tidak terlihatnya hilal di seluruh lokasi pemantauan, Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama RI akan menjadi acuan resmi dalam menentukan 1 Ramadan 1446 H.
Sidang ini akan mempertimbangkan hasil rukyat dari berbagai wilayah di Indonesia serta perhitungan hisab dari para ahli falak.
Sidang Isbat dijadwalkan berlangsung pada 28 Februari 2025 malam, diikuti oleh perwakilan ormas Islam, ahli astronomi, BMKG, serta lembaga terkait.
Jika hilal tetap tidak terlihat di seluruh wilayah Indonesia, maka besar kemungkinan 1 Ramadan 1446 H akan ditetapkan melalui metode istikmal, yakni menggenapkan bulan Syaban menjadi 30 hari, sehingga puasa Ramadan akan dimulai 1 Maret 2025. (kid)
Editor : Nur Wachid