Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Presiden Prabowo Tegaskan Maksud Dibalik Maafkan Koruptor, Sebut Itu Bagian dari Ajaran Agama

Oktaviani Sindy • Minggu, 29 Desember 2024 | 17:56 WIB
Prabowo tegaskan koruptor hanya bisa dimaafkan jika bertobat dan kembalikan uang negara, sebut itu bagian dari ajaran agama
Prabowo tegaskan koruptor hanya bisa dimaafkan jika bertobat dan kembalikan uang negara, sebut itu bagian dari ajaran agama

Jawa Pos Radar Lawu – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menegaskan bahwa pernyataannya terkait memaafkan koruptor bukan berarti membiarkan tindakan mereka. 

Menurutnya, koruptor dapat dimaafkan jika bertobat dan mengembalikan uang hasil korupsi kepada negara, yang ia sebut sebagai bagian dari ajaran agama.

Hal ini disampaikan Prabowo dalam perayaan Natal Nasional di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (28/12/2024). 

Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya pengembalian kerugian negara sebagai syarat utama bagi koruptor yang ingin dimaafkan.

“Ada yang mengatakan Prabowo mau memaafkan koruptor. Bukan begitu. Kalau koruptornya sudah tobat, bagaimana tokoh-tokoh agama? Iya kan? Orang bertobat, tapi kembalikan dong yang kau curi. Enak aja,” ujar Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu juga menambahkan bahwa ajaran bertobat setelah berbuat dosa merupakan nilai yang diajarkan dalam agama. 

Bahkan, ia memastikan tindak pidana korupsi tetap harus ditindak tegas.

“Udah nyolong, kau bertobat. Yang kau curi kau kembalikan. Bukan saya maafkan koruptor, tidak.

Saya mau sadarkan mereka. Ya sudah terlanjur dulu berbuat dosa, ya bertobatlah. Itu kan ajaran agama,” jelasnya.

Tak hanya berhenti di pidato Natal Nasional, pada pidato sebelumnya Rabu (18/12/2024), Prabowo juga menyampaikan pesan serupa saat bertemu dengan mahasiswa Indonesia di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. 

Dalam acara yang dihadiri sekitar 2.000 mahasiswa, ia mengingatkan para koruptor untuk segera bertobat dan mengembalikan uang hasil korupsi secara sukarela.

“Saya dalam minggu-minggu ini, bulan-bulan ini, memberi kesempatan untuk tobat, hei para koruptor atau yang merasa pernah mencuri dari rakyat, kalau kau kembalikan yang kau curi, ya, mungkin kita maafkan. Tapi kembalikan dong,” ujar Prabowo.

Ia juga membuka opsi bagi koruptor untuk mengembalikan uang secara diam-diam agar tidak diketahui publik, selama pengembalian tersebut benar-benar dilakukan.

“Nanti kita beri kesempatan, cara mengembalikannya bisa diam-diam supaya enggak ketahuan. Tapi kembalikan,” tambahnya.

Selain koruptor, Prabowo juga menegur para pengemplang pajak yang enggan membayar kewajibannya, meski selama ini menikmati fasilitas dari negara.

“Hei kalian yang sudah menerima fasilitas dari negara, bayarlah kewajibanmu.

Asal kau bayar kewajibanmu, taat kepada hukum, sudah, kita menghadap masa depan, kita tidak ungkit-ungkit yang dulu,” bebernya.

Selain itu, Presiden Prabowo menegaskan, jika para koruptor dan pelanggar hukum tidak mau berubah, ia tidak akan segan untuk mengambil tindakan tegas. 

Khususnya aparat penegak hukum pun diingatkan untuk setia kepada bangsa dan rakyat, bukan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

“Kalau kau bandel terus, apa boleh buat, kita akan menegakkan hukum. Dan bagi aparat-aparat harus milih setia kepada bangsa, negara, dan rakyat, atau setia kepada pihak lain.

Kalau setia kepada bangsa, negara, dan rakyat ayo, kalau tidak, percayalah saya akan bersihkan aparat RI,” pungkas Prabowo.

Pernyataan tegas ini menunjukkan komitmen Presiden Prabowo dalam memerangi korupsi di Indonesia, dengan tetap menekankan nilai-nilai agama sebagai dasar penegakan hukum yang berkeadilan. (okta)

Editor : Riana M.
#uang korupsi #bertobat #mengembalikan #koruptor #stadion gbk #presiden prabowo subianto