Jawa Pos Radar Lawu - Psikolog forensik Reza Indragiri Amriel merasa kecewa atas jawaban singkat yang diberikan kanal pengaduan "Lapor Mas Wapres" saat ia melaporkan akun Fufufafa.
Akun tersebut diduga menghina sejumlah tokoh publik, termasuk Presiden Prabowo Subianto, dan dikaitkan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Reza menjelaskan, ia mengirim pesan melalui WhatsApp ke layanan Lapor Mas Wapres untuk menanyakan apakah akun Fufufafa itu milik Gibran.
Berdasarkan keterangan Roy Suryo, pakar telematika, akun tersebut 99 persen milik Gibran.
Jika tidak terbukti, Reza berpendapat Roy Suryo perlu diproses hukum. Namun, jika benar, ia menyarankan akun Fufufafa juga diproses.
Meski begitu, balasan yang diterima Reza dari kanal pengaduan hanya berupa respons singkat.
“Terima kasih atas laporan Anda, kami akan segera merespons laporan Anda.”
Hal ini, sontak membuat Reza Indragiri kecewa.
“Saya berharap ada respons lebih lanjut, ternyata responsnya cuma sebatas itu,” katanya.
Menurut Reza, layanan Lapor Mas Wapres perlu memberikan pembaruan kepada publik, misalnya dengan mengumumkan jumlah laporan yang masuk dan diselesaikan.
“Itu akan menunjukkan bahwa Wapres bukan hanya tempat berkeluh kesah, tetapi juga menghadirkan solusi atas masalah,” tambah Reza.
Layanan pengaduan "Lapor Mas Wapres," yang baru diluncurkan pada 11 November 2024 oleh Gibran, putra Presiden Jokowi, yang menawarkan cara bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Layanan ini tersedia langsung di Istana Wapres dan melalui WhatsApp dengan pembatasan 50 pengadu per hari.
Sebagaimana, layanan ini sontak menjadi sorotan masyarakat, mengundang harapan sekaligus kritik terhadap efektivitasnya dalam menangani aduan masyarakat secara terbuka dan cepat. (okta)
Editor : Riana M.