Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Viral! Paus Fransiskus Kecam Kematian Anak-anak di Gaza Akibat Serangan Israel: Pertanda Kedamaian?

Oktaviani Sindy • Sabtu, 14 September 2024 | 19:18 WIB
: Serangan kejam Israel terhadap anak-anak di Gaza, bikin Paus Fransiskus merasa miris dan geram, hingga mengecam berbagai negara yang turut membantu. (Jawa Pos)
: Serangan kejam Israel terhadap anak-anak di Gaza, bikin Paus Fransiskus merasa miris dan geram, hingga mengecam berbagai negara yang turut membantu. (Jawa Pos)

Jawa Pos Radar Lawu - Paus Fransiskus dengan tegas mengecam kematian anak-anak Palestina dalam serangan militer Israel di Gaza.

Dalam komentarnya, Paus menyebut tindakan Israel membombardir sekolah-sekolah dengan dalih memburu militan Hamas sebagai sesuatu yang "buruk dan mengerikan."

Pernyataan ini disampaikan Paus Fransiskus dalam perjalanan kembali ke Roma dari lawatannya ke Asia Tenggara dan Oseania pada Jumat, (13/9/2024).

Pemimpin Gereja Katolik berusia 87 tahun ini juga meragukan bahwa pihak Israel atau Hamas yang kini sudah berperang selama sebelas bulan benar-benar berusaha mencapai perdamaian.

"Saya menyesal harus mengatakan ini, tetapi saya tidak berpikir bahwa mereka mengambil langkah-langkah untuk mencapai perdamaian," ucap Paus.

Paus Fransiskus menyampaikan kekhawatirannya selama konferensi pers di atas pesawat setelah perjalanan 12 hari yang melelahkan. Ia mengaku berkomunikasi hampir setiap hari dengan jemaat Katolik di Gaza, mendengar langsung cerita memilukan tentang situasi di lapangan.

"Tolong, ketika Anda melihat mayat anak-anak yang terbunuh, ketika Anda melihat bahwa dengan alasan ada gerilyawan (Hamas) di sana, sebuah sekolah dibom, ini mengerikan," tambahnya.

Paus Fransiskus juga telah menyuarakan seruan untuk gencatan senjata dalam konflik Israel-Hamas yang dimulai sejak serangan Hamas pada (7/10/2023). Kelompok militan itu dikabarkan menewaskan 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 orang, menurut pihak Israel.

Sementara itu, pemerintah Gaza melaporkan bahwa serangan balasan dari Israel telah menewaskan lebih dari 41.000 warga Palestina, termasuk banyak anak-anak.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan menyatakan bahwa perekonomian Gaza hancur akibat perang yang berkepanjangan.

Di sisi lain, Paus Fransiskus mengatakan bahwa terkadang ia merasa konflik ini telah melebihi batas, dan mengajak masyarakat internasional untuk fokus pada perdamaian dan penyelamatan korban sipil, terutama anak-anak.

Selain mengecam konflik di Gaza, Paus Fransiskus juga menyampaikan pandangannya tentang sejumlah isu global lainnya selama konferensi pers tersebut. Ia mengkritik kebijakan politik Amerika Serikat, terutama pemerintahan mantan Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden Kamala Harris.

Paus juga mengomentari perjanjian Vatikan dengan China mengenai pengangkatan uskup Katolik, yang ia anggap menunjukkan hasil yang positif.

Paus Fransiskus membantah keras laporan media Prancis yang menyatakan bahwa ia akan menghadiri pembukaan kembali Katedral Notre-Dame pada Desember mendatang. Ia menegaskan tidak ada rencana untuk pergi ke Paris, sekaligus membuka kemungkinan kunjungan ke negara asalnya, Argentina, yang hingga saat ini masih dalam tahap pertimbangan.

Kecaman Paus Fransiskus terhadap kematian anak-anak di Gaza menjadi seruan kuat bagi komunitas internasional untuk mendorong penghentian kekerasan dan perlindungan bagi warga sipil.

Seruan Paus ini juga menyoroti pentingnya dialog dan upaya nyata menuju perdamaian di wilayah yang terus dilanda konflik tersebut.

Pandangannya menjadi pengingat bagi pemimpin dunia untuk menjadikan kemanusiaan sebagai prioritas utama dalam penyelesaian konflik yang telah memakan banyak korban. (okta)

PRESTASI: Alfiyatus Solehah (merah) saat bertanding dengan kontingen Jawa Barat di Aceh, Selasa (10/9).
PRESTASI: Alfiyatus Solehah (merah) saat bertanding dengan kontingen Jawa Barat di Aceh, Selasa (10/9).
Editor : Riana M.
#Paus Fransiscus #hamas #palestina #Israel #paus #roma #gaza #gencatan senjata