Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Alasan Bulog Tidak Bisa Menyerap Banyak Beras, Harga Beras dari Penggilingan Sudah Tinggi

Winarsih • Jumat, 6 September 2024 | 21:31 WIB
Bulog yang terus mengemban amanah untuk tetap menjaga kualitas  beras untuk masyarakat.
Bulog yang terus mengemban amanah untuk tetap menjaga kualitas beras untuk masyarakat.

Jawa Pos Radar Lawu –  Bayu Krisnamurthi Direktur Utama Perum Bulog mengaku kesulitan menyerap banyak beras (gabah/padi) dari petanai dalam negeri  saat panen raya. Bayu mengungkapkan ada beberapa alasan di balik sulitnya impor beras bulog. 

"Ketidakmampuan Bulog menyerap apa alasannya mungkin alasan paling besar pertama harga. HPP (Harga pembelian pemerintah) kita Rp 11.000/kg broken 20%.

Kini harga berasnya di penggilingan itu sudah Rp 12.100/kg," kata dia dalam rapat dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (4/9/2024).

Bayu mengatakan alasan pertama tidak bisa menyerap beras. Jika harga beras dari penggilingan saja sudah tinggi, maka bulog tidak bisa menyerap. Jika memaksakan untuk menyerap nantinya akan berdampak pada  inflasinya.

Alasan keduanya, adanya kendala dari mutu kadar air beras.

Karena bulog itu sendiri yang mengemban Amanah untuk menjaga kualitas beras untuk Masyarakat, jadi kadar mjutu air menjadi penting. 

Sampai saat ini penyerapan Bulog terkait beras dari petani dalam negeri telah mencapai 833.872 ton.

Bayu menargetkan akan menyerap beras dalam negeri lagi sebanyak 200 ribu ton.

Munculnya pernyataan ini untuk nmrnjawab pertanyaan dari Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Slamet yang sempat mempertanyakan  kenapa Bulog tidak bisa menyerap berasn banyak saat panen raya.

"Terkait Bulog tadi meyakini tidak akan mampu menyerap nanti pas puncak panen kita. Kendala yang paling utama apa, siapa tahu kita harus yakin di pemerintahan baru seluruh kendala yang dialami Bulog.

Kita sampaikan, yakin pemerintah baru concern urus pangan mudah-mudahan kendala itu bisa menjadi prioritas menyangkut nasib petani kita," kata Slamet. (*)

Editor : Riana M.
#penggilingan #harga tinggi #Menyerap #harga beras #bulog #perum bulog #tinggi