Jawa Pos Radar Lawu – Mantan Presiden Korea Selatan Moon Jae In ditetapkan tersangka kasus suap untuk membantu menantu laki – lakinya meraih posisi strategis di Perusahaan penerbangan.
Menantu Moon Jae In mendapatkan jabatan sebagai direktur eksekutif di salah satu maskapai penerbangan Thailand.
Sebelumnya menantu Moon Jae In ini tidak memiliki pengalaman pekerjaan di bidang penerbangan. Menantu yang Bernama Seo ini hanya mempunyai pengalaman pekerjaan di industri game.
Moon Jae In diduga memberikan uang suap demi menantunya medapatkan pekerjaan. Uang suap ini diberikan saat Moon Jae In masih menjadi preseiden korea Selatan pada 2020 lalu.
Kejaksaan percaya, Seo menerima gaji lebih dari 200 juta won atau sekira Rp 2,6 miliar saat menjadi eksekutif. Sementara perfoma perusahaan menurun ketika dipimpin oleh Seo.
Hal itu menimbulkan kecurigaan adanya keterlibatan Moon Jae-in dalam penunjukan Seo sebagai eksekutif.
Status tersangka ini muncul usai mantan menantu Moon, yang disebut Seo, mendapat pekerjaan di maskapai penerbangan Ester Jet yang didirikan Lee Sang Jik, demikian dikutip Straits Times.
Banyak pihak menganggap pekerjaan tersebut sebagai imbalan atas pengaturan pengangkatan posisi penting di pemerintahan bagi Lee.
Pihak berwenang Korsel lalu menyelidiki kemungkinan hubungan pekerjaan Seo dan penunjukan mantan anggota parlemen Lee Sang-jik sebagai kepala Badan UKM dan Perusahaan Rintisan Korea.
Maskapai itu didirikan Lee, anggota parlemen dua periode dari Partai Demokrat yang berkuasa saat itu. Dia juga merupakan pendiri maskapai penerbangan berbiaya rendah Korea Selatan, Eastar Jet.
Lee diangkat menjadi presiden Kosme pada Maret 2018, hanya beberapa bulan sebelum Seo bergabung dengan unit Eastar di Thailand pada Juli di tahun yang sama. Pada tahun tersebut Moon masih menjabat sebagai Presiden Korea.
Jaksa menduga pengangkatan Lee mungkin telah diputuskan selama pertemuan informal sekretaris presiden pada akhir tahun 2017. (*)
Editor : Riana M.