Jawa Pos Radar Lawu - Virus Monkeypox (Mpox) kini menjadi perhatian serius setelah World Health Organization (WHO) menetapkannya sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC).
Penyakit ini sangat mudah menular melalui droplet atau cipratan air liur, seperti yang disampaikan oleh Juru Bicara WHO, Margaret Harris. Maka, penting bagi kita untuk mengetahui langkah-langkah pencegahan agar tidak tertular virus ini.
Dilansir dari akun resmi Kementerian Kesehatan di platfrom X, @KemenkesRI, berikut adalah 6 hal yang harus dihindari untuk mencegah penularan Mpox:
- Kontak kulit dengan orang yang bergejala Mpox
Hindari kontak langsung dengan kulit atau ruam dari orang yang sudah menunjukkan gejala Mpox, karena virus ini dapat dengan mudah menular melalui kontak fisik.
- Hubungan seksual dengan orang yang bergejala Mpox
Hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi dapat menjadi salah satu jalur utama penularan Mpox, terutama jika ada kontak dengan lesi atau cairan tubuh.
- Perilaku seksual yang berisiko
Hindari perilaku seksual yang tidak aman, seperti bergonta-ganti pasangan tanpa proteksi yang memadai, karena dapat meningkatkan risiko penularan virus.
- Tidak memakai masker saat sakit atau bergejala Mpox
Masker adalah perlindungan dasar untuk mencegah penyebaran droplet yang dapat membawa virus. Jika merasa bergejala, memakai masker sangat disarankan untuk melindungi orang di sekitar.
- Tidak mencuci tangan dengan sabun
Mencuci tangan dengan sabun adalah langkah sederhana namun efektif untuk membunuh virus yang mungkin menempel di tangan.
- Menggunakan perlengkapan pribadi milik orang lain, seperti baju, handuk, dan sebagainya
Hindari berbagi barang pribadi dengan orang lain, terutama dengan mereka yang mungkin terinfeksi, untuk mencegah penularan melalui kontak tidak langsung.
Selain itu, pahami gejala Penyakit Mpox yang perlu diwaspadai agar tidak berdampak fatal.
Menurut informasi dari situs resmi WHO, gejala Mpox umumnya muncul dalam waktu seminggu setelah terpapar, tetapi bisa juga mulai 1–21 hari setelah infeksi. Gejala ini biasanya berlangsung 2–4 minggu, namun dapat lebih lama pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Berikut adalah beberapa gejala umum Virus Mpox alias Cacar Monyet:
- Ruam
- Demam
- Sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, dan sakit punggung.
- Energi rendah dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Pada beberapa orang, gejala pertama yang muncul adalah ruam, sementara lainnya mungkin merasakan demam, nyeri otot, atau sakit tenggorokan terlebih dahulu.
Gejala-gejala ini dapat berkembang menjadi lebih serius jika tidak ditangani dengan baik, termasuk kemungkinan infeksi bakteri pada kulit dan komplikasi dengan kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya.
Memahami cara penularan dan gejala Mpox adalah langkah penting untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar kita. Dengan menghindari enam hal di atas, kita dapat berperan dalam mencegah penyebaran virus ini.
Jangan lupa untuk selalu mempraktikkan kebersihan diri yang baik, mengenakan masker bila diperlukan, dan segera mencari perawatan medis jika mengalami gejala yang mencurigakan. (okta)
Editor : Riana M.