Jawa Pos Radar Lawu – Ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartanto memutuskan mundur dari jabatannya.
Waketum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia juga memastikan Partai Golkar tidak retak di Tengah keputusan tersebut.
Doli juga menyebut ada beberapa pertimbangan di balik mundurnya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto.
Salah satunya menjaga solidaritas Partai Golkar dalam transisi pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin ke pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.
Nantinya Airlangga Hartanto akan lebih fokus di kabinet sebagai Menko Pereokonomian.
Hal ini karena untuk tetap menjaga konsentrasi Ketua Umum lebih fokus pada tugas dan tanggung jawab Menko Perekonomian dengan cara mengundurkan diri supaya jalannya organisasi tisak terganggu.
“Ketum kami itu sebagai Menko Perekonomian sepertinya lebih dibutuhkan di kabinet untuk mengantarkan masa transisi pemerintahan.
Karena banyak sekali program-program disiapkan sebagai program lanjutan untuk menjaga kesinambungan visi misi program 2 periode Jokowi-Ma'ruf Amin dan kemudian ke depan pak Prabowo dan pak Gibran," imbuhnya.
Lebih lanjut lagi, Doli mengatakan kemunduran Airlangga juga untuk memastikan program Nasional seperti Pilkada yang akan datang berjalan dengan lancar.
Airlangga mencopot jabatannya dari Ketua Umum juga sudah dengan sukarela.
Saat ini Golkar kembali di terpa isu Muasyawarah Nasional Luar Biasa (Munslub) sebelum meuncul kabar Airlangga Hartanto mundur dari Ketum.
Kabar Airlangga Hartanto mundur dari Golkar beredar mulai hari ini. Airlangga disebut-sebut memutuskan mundur dari Ketum Golkar pada Sabtu (10/8) malam kemarin.
Golkar juga dikabarkan akan menunjuk Plt Ketum untuk menggantikan tugas sementara Airlangga. (*)
Editor : Riana M.