Jawa Pos Radar Lawu - Kementrian Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) membuka langkah untuk mencegah penggunaan judi online yang kian bertambah dengan menyebar SMS Blast.
“Edukasi SMS Blast sudah mulai,” Kata ketua Menkominfo Budi Arie Setiadi dikutip dari Antara.
Budi menjelaskan, upaya edukasi masyarakat dengan mengirim SMS blast ini akan dilakukan setiap hari secara rutin dan sudah bekerja sama dengan beberapa operator-operator seluler yang ada di Indonesia.
Dalam SMS blast yang terbaru, Menkominfo mengingatkan kepada masyarakat mengenai bahaya judi online.
“Judi Online Bahaya dan Merusak Pengguna. Jangan Pernah Mencoba. Jaga Masa Depan Penuh Bahagia #STOPJUDIONLINE,” bunyi pesan tersebut.
Selain SMS blast, Menkominfo sebagai penanggung jawab bidang pencegahan dalam Satuan Tugas Pemberantasan Judi Daring (Satgas Judi Online) rutin memutus akses dari situs-situs yang bermuatan judi online.
Setidaknya sejak 17 Juli 2023 hingga 13 Juni 2024 tercatat sudah 2.945.150 situs judi online yang sudah diblokir oleh Menkominfo.
Selain itu pada tahun yang sama, Menkominfo juga sudah menangani 16.596 sisipan laman judi di situs pendidikan dan 18.974 sisipan laman judi di situs pemerintah.
Menkominfo juga sudah mengajukan permintaan penutupan 555 akun e-wallet yang berkaitan dengan aktivitas judi online kepada bank-bank di Indonesia, serta pemblokiran 5.779 rekenening bank terkait judi online ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 18 September 2023 sampai 28 Mei 2024.
Sementara itu, Menkominfo juga telah melayangkan surat peringatan surat peringatan keras kepada pengelola media sosial seperti X, Telegram, Google, Meta, dan TikTok.
Pasalnya platform mereka banyak disalah gunakan untuk menyebarluaskan konten yang terkait judi online. (dimas-pnm/kid)
Editor : Riana M.