Jawa Pos Radar Lawu – Ada detail kecil pada pakaian yang sering luput dari perhatian, yaitu posisi kancing kemeja.
Jika diperhatikan, kancing pada kemeja pria umumnya berada di sisi kanan, sedangkan pada kemeja wanita biasanya berada di sisi kiri.
Perbedaan ini bukan sekadar variasi desain, tetapi berkaitan dengan sejarah busana dan kebiasaan masyarakat pada masa lampau.
Meski kini banyak pilihan pakaian dengan model yang beragam, tradisi penempatan kancing tersebut masih dipertahankan oleh banyak produsen fashion. Lantas, bagaimana kebiasaan ini bermula?
Baca Juga: OOTD Kantor Auto Chic: 4 Rekomendasi Kemeja Basic Wanita Kekinian untuk Tampilan Profesional 2026
Berawal dari Kebiasaan Berpakaian pada Masa Lampau
Salah satu teori yang sering dikaitkan dengan posisi kancing pada pakaian wanita berasal dari kehidupan kalangan bangsawan Eropa.
Pada masa lalu, perempuan dari keluarga berada kerap mengenakan pakaian rumit dengan banyak lapisan dan detail.
Mereka biasanya dibantu pelayan untuk mengenakan busana tersebut.
Karena pelayan berdiri berhadapan dengan orang yang dibantu, penempatan kancing di sisi kiri pakaian wanita diduga memudahkan proses mengancingkan baju menggunakan tangan kanan.
Kebiasaan ini kemudian menjadi salah satu penjelasan yang populer mengenai perbedaan posisi kancing.
Namun, alasan tersebut merupakan teori sejarah yang banyak dikutip, bukan fakta tunggal yang telah dipastikan sebagai asal-usulnya.
Mengapa Kancing Kemeja Pria Berada di Sisi Kanan?
Ada pula teori yang menghubungkan posisi kancing pakaian pria dengan kebiasaan berpakaian dan kebutuhan praktis pada masa lalu.
Sebagian pakaian pria dirancang agar mudah dikenakan sendiri, sementara busana yang digunakan dalam aktivitas tertentu perlu mendukung keleluasaan bergerak.
Penempatan kancing di sisi kanan kemudian menjadi bagian dari pola busana pria yang terus digunakan.
Meski teori tentang kebutuhan praktis dan perlengkapan militer sering disebut, tidak ada satu penjelasan yang dapat dipastikan sebagai penyebab tunggal perbedaan tersebut.
Tradisi yang Bertahan hingga Fashion Modern
Seiring berkembangnya industri pakaian, pola potongan dan penempatan kancing menjadi bagian dari standar desain yang dikenal luas.
Produsen kemudian mempertahankan kebiasaan tersebut sehingga konsumen terbiasa menemukan kancing di sisi tertentu berdasarkan jenis pakaiannya.
Baca Juga: Tak Perlu Ganti Baju Berkali-kali, Gaya Sporty Casual Cocok untuk Kuliah dan Hangout
Pada masa sekarang, perbedaan itu lebih sering berfungsi sebagai tradisi desain daripada kebutuhan praktis.
Banyak pakaian modern, termasuk busana uniseks, tidak selalu mengikuti pola yang sama.
Karena itu, posisi kancing bukan aturan mutlak yang berlaku pada semua pakaian.
Desainnya dapat berbeda bergantung pada merek, model, dan tujuan pembuatannya.
Detail kecil pada kemeja ini memperlihatkan bahwa dunia fesyen tidak hanya berbicara tentang warna dan model.
Kebiasaan lama juga dapat bertahan dalam pakaian sehari-hari, meskipun alasan awalnya masih menyisakan sejumlah teori.
(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : IDN Times, RRI