Mengapa APOE4 Begitu Berbahaya bagi Otak? Peneliti Temukan Masalah yang Selama Ini Terlewat

Jawa Pos Radar Lawu - Selama bertahun-tahun, penelitian Alzheimer banyak berputar pada dua nama besar: amyloid-beta dan tau. Keduanya dikenal dapat menumpuk di otak penderita dan menjadi salah satu fokus utama dalam pencarian terapi.
Namun, ada bagian lain yang mulai menarik perhatian ilmuwan: lemak yang menumpuk di dalam sel otak.
Penelitian terbaru mengungkap bahwa varian gen APOE4, salah satu faktor genetik terkuat untuk Alzheimer yang muncul pada usia lanjut, mungkin berperan dalam proses tersebut. Varian ini dapat meningkatkan risiko Alzheimer hingga beberapa kali lipat, dan para ilmuwan kini menemukan petunjuk mengenai bagaimana APOE4 mengganggu kemampuan sel otak dalam mengelola lemak.
Temuan yang diterbitkan dalam Cell Stem Cell menunjukkan bahwa gangguan pada jalur pensinyalan Wnt dapat menyebabkan penumpukan tetesan lemak di sel otak yang disebut oligodendrosit. Pada tikus, memperbaiki gangguan tersebut membantu mengurangi penumpukan lemak dan mengembalikan kemampuan sel untuk membentuk mielin.
Hasil ini belum terbukti berlaku pada manusia. Namun, temuan tersebut membuka kemungkinan bahwa terapi Alzheimer di masa depan mungkin tidak hanya menargetkan amyloid-beta dan tau, tetapi juga masalah metabolisme lemak di otak.
APOE4, Gen yang Membuat Risiko Alzheimer Melonjak
Gen APOE memiliki tugas penting dalam tubuh, termasuk membantu mengangkut lemak di antara sel. Salah satu versinya, APOE4, memiliki fungsi yang kurang efisien dalam menjalankan tugas tersebut.
Menurut penelitian yang dirangkum Live Science, APOE4 dapat meningkatkan risiko Alzheimer onset lambat sekitar tiga hingga 12 kali lipat. Namun, para ilmuwan masih berusaha memahami mengapa satu varian gen dapat memberikan dampak begitu besar pada berbagai jenis sel di otak.
Li-Huei Tsai, ahli saraf dari MIT sekaligus salah satu penulis penelitian, menekankan bahwa efek APOE4 tidak hanya terjadi pada satu jenis sel.
"APOE4 dapat memengaruhi banyak jenis sel yang berbeda," tegasnya. "Dampaknya tidak hanya terjadi pada satu jenis sel."
Pernyataan tersebut penting karena otak terdiri dari berbagai jenis sel yang memiliki fungsi berbeda. Ketika APOE4 mengganggu pengelolaan lemak, dampaknya bisa menyebar ke beberapa sistem sekaligus.



