Sering Membandingkan Anak? Kenali Dampak yang Bisa Ditimbulkan

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 10:37 WIB
Orang Tua Membandingkan Anak
Source : The Hearty Soul
Orang Tua Membandingkan Anak
Source : The Hearty Soul

Jawa Pos Radar Lawu - Setiap orang tua tentu ingin melihat anaknya tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kemampuan dan prestasi.

Tidak sedikit orang tua yang kemudian memberikan berbagai dukungan, mulai dari mengikuti les, kegiatan olahraga, hingga aktivitas lain yang dianggap dapat membantu mengembangkan kemampuan anak.

Namun, ada satu kebiasaan yang terkadang dilakukan dengan tujuan memotivasi anak, yaitu membandingkannya dengan orang lain. 

Sekilas, cara tersebut mungkin terlihat seperti dorongan agar anak mau berusaha lebih keras yang ternyata apabila dilakukan terus-menerus, perbandingan justru dapat membuat anak merasa dirinya tidak cukup baik dan kurang dihargai.

Baca Juga: Ingin Anak Cerdas dan Bahagia? Coba Intip Gaya Parenting Artis-Artis Cantik Ini!

Dampak Membandingkan Anak dengan Orang Lain

1. Anak Bisa Meninggalkan Bakat yang Disukai

Ketika melihat anak lain berhasil melalui suatu kegiatan, orang tua mungkin terdorong meminta anak mengikuti aktivitas yang sama yang sebenarnya setiap anak mempunyai minat dan kemampuan yang berbeda.

Anak akan terpaksa mengikuti keinginan orang tuanya yang padahal ketertarikannya di bidang lain sehingga menjalani kegiatan tersebut membuatnya seperti tidak memiliki minat.

Hal ini dapat mengakibatkan bakat yang sebelumnya sedang dikembangkan oleh sang anak justru malah dapat terabaikan padahal seharusnya orang tua memberikan dukungan kepada anak dan memberikan kesempatan anak untuk berkembang.

2. Memicu Persaingan dengan Anak Lain

Pujian kepada anak lain yang disertai perbandingan dapat membuat anak merasa dirinya kalah atau kurang disukai dan jika hal tersebut terus terjadi, anak bisa memandang anak yang sering dijadikan pembanding sebagai saingan.

Persaingan tidak selalu buruk, tetapi perbandingan yang dilakukan terus-menerus dapat membuat hubungan antaranak menjadi kurang sehat. 

Hal ini dapat mengakibatkan anak fokus pada mengejar prestasi bukan karena ingin berkembang, melainkan hanya ingin mengalahkan orang lain.

3. Membuat Anak Merasa Tertekan

Anak yang terus dituntut untuk menyamai pencapaian orang lain dapat merasakan tekanan sehingga kondisi ini dapat semakin berat apabila anak juga dipaksa mengikuti berbagai kegiatan yang sebenarnya tidak diminatinya.

Ketika anak terlihat lebih murung, kehilangan semangat, atau mengalami penurunan dalam kegiatan belajar, cobalah mengajaknya berbicara dan mencari tahu apa yang sedang dirasakannya.

4. Menurunkan Rasa Percaya Diri

Terlalu sering dibandingkan dapat membuat anak memiliki anggapan bahwa dirinya selalu berada di bawah orang lain.

Ia mungkin merasa apa pun yang dilakukan tidak pernah cukup untuk membuat orang tua bangga dan apabila hal ini berlangsung lama dapat membuat anak minder dan kurang percaya diri terhadap kemampuan yang ia miliki.

Baca Juga: Waspada Dampak Hyper Parenting Pada Tumbuh Kembang Anak, Orang Tua Wajib Pahami

Setiap Anak Memiliki Kemampuan yang Berbeda

Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda misalnya ada anak yang unggul dalam bidang akademik, sementara anak lainnya mungkin lebih menonjol dalam olahraga, seni, kreativitas, atau kemampuan sosial.

Karena itu, orang tua tidak perlu menjadikan pencapaian anak lain sebagai ukuran keberhasilan Si Kecil sehingga disini peran parenting orang tua sangat penting untuk mengenali diri anak untuk lebih baik.

Namun, anak juga membutuhkan ruang untuk mencoba berbagai hal, menemukan apa yang disukai, serta belajar dari proses yang dijalaninya.

Tetap berikan support dan arahan yang baik kepada anak agar ia dapat terus mengasah kemampuannya dan berani mencoba hal baru tanpa takut salah.

(Auliya Nur Aisyah, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Halodoc
membandingkan anak Setiap Anak Memiliki Kemampuan yang Berbeda dampak parenting anak