Jawa Pos Radar Lawu - Perawatan wajah tidak selalu identik dengan berbagai produk yang tersedia di pasaran.
Sejumlah bahan yang mudah ditemukan di dapur juga sejak lama digunakan dalam perawatan kulit secara tradisional.
Kencur dan beras menjadi dua bahan yang cukup dikenal dalam perawatan alami.
Keduanya bahkan kerap dipadukan dalam berbagai ramuan tradisional untuk membantu menjaga kondisi kulit.
Namun, penggunaan bahan alami pada wajah tetap perlu dilakukan dengan hati-hati. Manfaat yang dirasakan juga dapat berbeda pada setiap orang.
Baca Juga: Dari Bahan Masakan Jadi Perawatan, 8 Bahan Ini Bisa Diolah Jadi Masker Wajah
Kencur untuk Merawat Kulit Wajah
Kencur atau Kaempferia galanga merupakan tanaman rimpang yang banyak digunakan dalam masakan dan jamu.
Selain itu, kencur memiliki kandungan senyawa yang diketahui mempunyai aktivitas antioksidan, antibakteri, dan antiradang.
Sifat tersebut membuat kencur berpotensi digunakan dalam perawatan kulit.
Salah satu manfaat yang banyak dibahas adalah membantu merawat kulit yang mengalami masalah jerawat.
Kandungan dalam kencur juga memiliki potensi untuk membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.
Antioksidan sendiri berperan dalam membantu melawan efek radikal bebas yang dapat berkontribusi terhadap tanda-tanda penuaan kulit.
Selain itu, penelitian laboratorium menunjukkan salah satu senyawa dalam kencur berpotensi memengaruhi produksi melanin.
Hal ini membuat kencur banyak dikaitkan dengan perawatan untuk kulit yang tampak lebih cerah.
Meski begitu, bukti tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa penggunaan kencur secara langsung pada wajah pasti dapat mencerahkan kulit. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
Beras Juga Banyak Digunakan dalam Perawatan Kulit
Beras tidak hanya menjadi makanan pokok. Bahan ini juga sudah lama digunakan dalam berbagai perawatan kulit tradisional.
Beras dan air beras diketahui mengandung sejumlah komponen seperti vitamin, mineral, asam amino, serta senyawa antioksidan.
Kandungan tersebut membuat beras banyak digunakan dalam produk maupun perawatan kulit tradisional.
Penggunaan beras untuk wajah sering dikaitkan dengan kulit yang tampak lebih cerah dan lembap.
Air beras juga disebut berpotensi membantu menjaga kondisi kulit dan mengurangi kesan kusam.
Selain air beras, beras yang telah dihaluskan juga dapat digunakan sebagai bahan dasar masker.
Namun, penggunaannya perlu dilakukan secara lembut agar tidak menyebabkan gesekan berlebihan pada kulit.
Baca Juga: Tak Sekadar Menyegarkan, Ini 5 Manfaat Timun untuk Wajah yang Perlu Diketahui
Saat Keduanya Dipadukan
Kencur dan beras juga dikenal sebagai bahan dalam sejumlah perawatan tradisional.
Kombinasi keduanya dapat ditemukan dalam ramuan atau bedak tradisional yang digunakan untuk perawatan tubuh dan kulit.
Beras dapat berperan sebagai bahan dasar, sementara kencur memberikan kandungan senyawa aktif yang memiliki sifat antioksidan dan antiradang.
Meski demikian, bukan berarti campuran kencur dan beras otomatis dapat mengatasi semua masalah kulit.
Kondisi kulit setiap orang berbeda sehingga reaksi setelah penggunaan bahan alami juga tidak selalu sama.
Perlu Hati-Hati Sebelum Menggunakan
Bahan alami tetap dapat menimbulkan reaksi pada kulit tertentu.
Kencur, misalnya, dapat menyebabkan gatal, kemerahan, atau iritasi pada sebagian orang.
Sementara itu, penggunaan air beras yang tidak tepat atau terlalu sering juga dapat menimbulkan masalah pada kulit.
Halodoc menyarankan melakukan uji tempel terlebih dahulu sebelum menggunakan bahan tersebut pada area wajah yang lebih luas.
Karena itu, penggunaan kencur dan beras untuk wajah sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti perawatan kulit atau pengobatan ketika terdapat masalah kulit yang membutuhkan penanganan medis.
Pada dasarnya, kencur dan beras memang memiliki potensi untuk mendukung perawatan kulit.
Namun, manfaatnya tetap perlu dipahami secara realistis dan penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.
(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Halodoc, hello sehat