Jawa Pos Radar Lawu - Pikiran yang terus dipenuhi berbagai kekhawatiran dapat membuat seseorang sulit merasa tenang.
Kondisi seperti overthinking sering muncul ketika seseorang terlalu lama memikirkan kemungkinan yang belum terjadi atau kembali mengingat kejadian di masa lalu.
Kebiasaan overthinking juga dapat membuat seseorang terus mencari kepastian dari hal-hal yang sebenarnya belum tentu terjadi.
Padahal, tidak semua persoalan harus dipikirkan secara berlebihan karena ada hal-hal yang memang perlu dijalani dan diterima apa adanya.
Baca Juga: Kenapa Lagu Galau Zaman Now Kayak Curhatan Pribadi? Jawabannya Bikin Tambah Overthinking, Lho!
Menariknya, beberapa sikap dari karakter Upin dan Ipin dapat menjadi inspirasi untuk menghadapi overthinking.
Meski keduanya merupakan karakter fiksi, cara mereka menghadapi berbagai kejadian sehari-hari menyimpan pelajaran sederhana yang bisa diterapkan dalam kehidupan.
1. Ambil Napas Dalam-Dalam
Ketika pikiran mulai dipenuhi berbagai kekhawatiran, cobalah berhenti sejenak dan mengatur pernapasan.
Menarik napas secara perlahan dan dalam dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks. Cara sederhana ini bisa dilakukan ketika pikiran terasa terlalu ramai, termasuk saat muncul kekhawatiran menjelang tidur.
Tidak perlu langsung mencari jawaban dari semua hal yang sedang dipikirkan. Berikan waktu kepada diri sendiri untuk menenangkan pikiran terlebih dahulu.
Dengan kondisi yang lebih tenang, seseorang dapat melihat persoalan dengan lebih jernih dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.
2. Luangkan Waktu di Alam Terbuka
Terlalu lama berada di dalam pikiran sendiri bisa membuat suasana hati semakin tidak nyaman. Salah satu cara yang dapat dicoba adalah keluar rumah dan melakukan kegiatan sederhana di alam terbuka.
Berjalan-jalan di taman, menikmati udara luar, atau sekadar duduk di tempat yang memiliki banyak ruang hijau dapat menjadi pilihan untuk mengalihkan perhatian sejenak.
Upin dan Ipin juga sering digambarkan menghabiskan waktu bermain di luar rumah bersama teman-temannya.
Aktivitas sederhana seperti bermain dan menjelajahi lingkungan sekitar dapat membuat hari terasa lebih menyenangkan.
Karena itu, ketika pikiran mulai terasa penuh, tidak ada salahnya mengambil jeda dari rutinitas dan menikmati suasana di luar.
3. Cari Solusi atau Berhenti Memikirkannya
Tidak semua masalah bisa diselesaikan hanya dengan memikirkannya berulang kali. Jika sesuatu memang membutuhkan penyelesaian, cobalah mengubah rasa khawatir menjadi tindakan.
Misalnya, ketika memiliki persoalan yang belum menemukan jawaban, tuliskan apa yang sebenarnya menjadi masalah. Setelah itu, pikirkan langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.
Hal tersebut mirip dengan sikap Upin dan Ipin ketika mereka merasa penasaran terhadap suatu kejadian.
Daripada hanya bertanya-tanya, mereka mencoba mencari petunjuk dan menemukan jawabannya.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua pikiran harus dicari jawabannya. Terkadang seseorang justru menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan kemungkinan buruk yang sebenarnya belum tentu terjadi.
Jika masalah tersebut berada di luar kendali, belajar berhenti memikirkannya juga menjadi pilihan yang baik.
Jangan Biarkan Pikiran Berputar Tanpa Henti
Overthinking bisa membuat seseorang terlalu sibuk memikirkan masa lalu atau mencemaskan sesuatu yang belum terjadi.
Karena itu, penting untuk mengetahui kapan harus mencari solusi dan kapan perlu memberikan jeda kepada diri sendiri.
Menarik napas, melakukan kegiatan di luar ruangan, serta mengubah masalah menjadi tindakan merupakan beberapa cara sederhana yang dapat dicoba.
Tidak harus menjalani hidup seperti Upin dan Ipin, tetapi mengambil sisi positif dari cara mereka menghadapi berbagai kejadian bisa menjadi pengingat bahwa hidup tidak harus selalu dipenuhi kekhawatiran.
Ketika pikiran mulai terasa terlalu ramai, cobalah berhenti sejenak, tenangkan diri, lalu fokus pada hal yang memang bisa dilakukan saat ini.
(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : IDN Times