Jawa Pos Radar Lawu - Tren work from cafe (WFC) atau bekerja dari kafe semakin berkembang pesat di kalangan anak muda, freelancer, hingga pekerja kreatif.
Kini, kafe tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersantai, tetapi juga bertransformasi menjadi ruang kerja alternatif yang menawarkan fleksibilitas dan suasana yang lebih mendukung produktivitas.
Fenomena ini terlihat jelas di berbagai kota besar, termasuk Surabaya, di mana banyak kafe dipenuhi pengunjung yang membawa laptop dan perangkat kerja.
Mereka memanfaatkan fasilitas seperti akses internet cepat, colokan listrik, hingga suasana yang dinilai lebih kondusif dibandingkan bekerja dari rumah.
Suasana Kafe Dinilai Tingkatkan Fokus dan Kreativitas
Bagi sebagian pekerja, suasana kafe yang ramai namun tetap nyaman justru mampu meningkatkan fokus.
Lingkungan yang dinamis dianggap efektif dalam memicu kreativitas, terutama bagi mereka yang bekerja di bidang desain grafis, pemasaran digital, hingga industri kreatif lainnya.
Setiawadi, seorang desainer grafis freelance, mengaku lebih produktif saat bekerja dari kafe.
Ia menilai suasana yang berbeda dari rumah membuat pekerjaan terasa lebih ringan dan membantu menjaga konsentrasi.
“Suasana kafe yang hidup tapi tidak terlalu bising justru membantu saya brainstorming dan menyelesaikan pekerjaan lebih cepat,” ujarnya.
Baca Juga: Rekomendasi Kafe Hits di Madiun 2026: Tempat Nongkrong Estetik, WFC Friendly, dan Favorit Anak Muda
Kafe Bertransformasi Jadi Ruang Kerja Modern
Meningkatnya tren WFC turut membawa dampak signifikan bagi industri kuliner, khususnya pelaku usaha kafe.
Banyak kafe kini mulai beradaptasi dengan menyediakan fasilitas pendukung kerja seperti:
- Area duduk ergonomis
- Akses WiFi berkecepatan tinggi
- Colokan listrik di setiap meja
- Paket makanan dan minuman khusus untuk pelanggan yang bekerja lama
Transformasi ini menjadi strategi bisnis untuk menarik segmen pasar baru, terutama pekerja remote dan generasi muda yang mengutamakan fleksibilitas.
Perubahan Budaya Kerja Generasi Muda
Pengamat perilaku kerja digital, Dr. Anisa Paramita, menilai tren WFC mencerminkan perubahan budaya kerja yang signifikan.
Generasi muda saat ini cenderung lebih fokus pada hasil kerja dibandingkan lokasi bekerja.
“Fleksibilitas menjadi kunci. Mereka tidak lagi terpaku pada kantor, tetapi mencari tempat yang paling mendukung produktivitas,” jelasnya.
Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Pola kerja fleksibel berpotensi memicu kelelahan jika tidak diatur dengan baik.
Baca Juga: 4 Tempat WFC di Madiun dengan WiFi Kencang dan Nyaman, Cocok untuk Kerja Remote & Meeting Online
Teknologi dan Pascapandemi Percepat Tren WFC
Perkembangan teknologi digital serta perubahan pola kerja pascapandemi menjadi faktor utama yang mempercepat tren ini.
Dukungan perangkat kerja yang semakin mobile membuat pekerjaan bisa dilakukan dari mana saja, termasuk dari kafe.
Kini, kafe bukan sekadar tempat menikmati kopi, tetapi telah beralih fungsi menjadi ruang produktif baru yang mencerminkan gaya kerja modern fleksibel, dinamis, dan berbasis hasil.
Dengan tren yang terus meningkat, WFC diprediksi akan menjadi bagian dari budaya kerja jangka panjang, khususnya di kalangan generasi muda dan pekerja kreatif.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani