Jawa Pos Radar Lawu - Menjalani olahraga saat berpuasa memang perlu strategi.
Selama berjam-jam tubuh tidak mendapat asupan cairan dan energi, sehingga salah memilih waktu bisa memicu lemas, pusing, bahkan dehidrasi.
Namun, jika dilakukan di waktu yang tepat, olahraga tetap bermanfaat untuk menjaga kebugaran, meningkatkan stamina, serta membantu metabolisme tetap optimal selama Ramadan.
Waktu Olahraga Saat Puasa yang Disarankan
Agar aman dan efektif, sesuaikan dengan kondisi tubuh serta rutinitas harian Anda.
1. Setelah Sahur (05.00–06.00)
Waktu ini relatif aman karena tubuh baru saja mendapat asupan makanan dan cairan. Energi masih tersedia sehingga cocok untuk aktivitas ringan seperti jalan kaki atau stretching.
2. Menjelang Berbuka (30–60 menit sebelum magrib)
Banyak orang memilih waktu ini karena setelah olahraga bisa langsung minum dan makan saat berbuka. Pilih intensitas ringan hingga sedang agar tidak terlalu menguras tenaga.
3. Setelah Berbuka
Jika ingin latihan intensitas sedang hingga berat, ini waktu paling ideal. Tubuh sudah kembali terhidrasi dan mendapatkan nutrisi. Tunggu sekitar 1–2 jam setelah makan sebelum mulai olahraga seperti lari, berenang, atau latihan kekuatan.
Jenis Olahraga yang Cocok saat Puasa
Selain waktu, jenis olahraga juga perlu disesuaikan agar tubuh tidak kelelahan berlebihan.
-
Jalan kaki atau joging santai untuk menjaga kesehatan jantung.
-
Bersepeda ringan guna melatih otot kaki tanpa beban berat.
-
Yoga atau pilates untuk fleksibilitas dan mengurangi stres.
-
Stretching menjaga kelenturan otot, terutama jika banyak duduk.
-
Senam low impact untuk mempertahankan stamina tanpa menguras energi.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Lipstik untuk Bibir Kering saat Puasa Ramadan 2026, Melembapkan dan Tahan Lama
Tips Aman Berolahraga saat Puasa
Agar tetap sehat dan bugar:
-
Pilih waktu olahraga saat puasa yang sesuai kondisi tubuh.
-
Lakukan pemanasan dan pendinginan.
-
Cukupi cairan saat sahur dan berbuka.
-
Konsumsi makanan bergizi seimbang.
-
Hentikan aktivitas jika muncul pusing, jantung berdebar cepat, atau sesak napas.
Menentukan waktu olahraga saat puasa yang tepat adalah kunci agar manfaat kesehatan tetap didapat tanpa membahayakan tubuh.
Jika memiliki riwayat penyakit tertentu atau rutin minum obat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum tetap aktif berolahraga selama Ramadan. (fin)
Editor : AA Arsyadani